๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐๐๐น๐ฒ๐น๐ฒ๐ป๐ด – Tiga pekan berlalu sejak musibah banjir bandang meluluhlantakkan wajah SD Negeri 5 Banjar di Buleleng, Bali, pada 6 Maret 2026 lalu. Kala itu, lumpur pekat dan sisa puing sempat menenggelamkan tawa riang para siswa, memaksa proses belajar mengajar terhenti dalam ketidakpastian. Namun, pada Senin (30/3/2026) siang, duka itu perlahan pudar, berganti menjadi riuh kebahagiaan.
Gubernur Bali, Wayan Koster, kembali menginjakkan kaki di halaman sekolah dasar tersebut. Bukan sekadar meninjau seperti yang ia lakukan pada masa tanggap darurat pertengahan Maret lalu, kedatangannya kali ini untuk menepati sebuah janji: membawa harapan nyata agar roda pendidikan tak berhenti berputar.
๐จ๐ฟ๐๐ป๐ฎ๐ป ๐ง๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฆ๐ก ๐ฃ๐ฒ๐บ๐ฝ๐ฟ๐ผ๐ ๐๐ฎ๐น๐ถ
Didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, Gubernur Koster menyerahkan bantuan dana pemulihan sarana pendidikan sebesar Rp 129 juta. Istimewanya, dana ini bukanlah sekadar angka yang dicairkan dari kas daerah, melainkan hasil gotong royong dan kepingan kepedulian dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Bali.
“Saya sempat berkunjung setelah terjadi banjir, kondisi sekolahnya rusak, tidak layak untuk proses belajar mengajar lagi,” kenang Gubernur Koster dengan nada prihatin, mengingat masa-masa berat saat sekolah ini pertama kali diterjang musibah.
Ia menyadari betul bahwa bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) yang masuk sebelumnya belum cukup untuk memulihkan fasilitas sekolah secara utuh. “Karena itu saya membantu dari Provinsi. Hari ini diserahkan sebesar Rp 129 juta untuk perbaikan sarana dan prasarana,” ungkapnya.
๐๐ฒ๐ท๐๐๐ฎ๐ป ๐ ๐ฎ๐ป๐ถ๐ ๐๐ป๐๐๐ธ ๐ฒ๐ฒ ๐ฆ๐ถ๐๐๐ฎ
Sentuhan paling humanis pada siang itu terjadi saat Gubernur asal Desa Sembiran ini menyapa langsung puluhan anak-anak yang menjadi korban terdampak bencana. Janji yang pernah terucap di tengah puing sisa banjir kini dilunasi secara tunai. Gubernur Koster memberikan bantuan langsung sebesar Rp 1 juta kepada masing-masing dari 66 siswa SDN 5 Banjar.
“Saya juga berjanji untuk memberikan hadiah kepada anak-anak… Jadi uangnya bisa untuk beli baju, buat beli buku, beli tas sekolah,” ujar Gubernur Koster dengan hangat.
Sontak, tepuk tangan dan tawa kegirangan pecah dari kerumunan anak-anak berseragam merah putih tersebut. Bagi mereka, uang itu bukan sekadar nominal, melainkan asa untuk memiliki tas baru yang menggantikan tas lama mereka yang hanyut terbawa arus, atau seragam bersih pengganti baju yang terendam lumpur tebal.
Sembari tersenyum menatap antusiasme itu, Gubernur Koster menitipkan satu pesan sederhana yang menjadi bekal masa depan mereka: “Tetap rajin belajar ya.”
๐ ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ท๐๐ ๐๐๐ฎ ๐๐ฒ๐ป๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐๐ถ ๐๐ฎ๐น๐ถ
Kepala SDN 5 Banjar, I Made Wismaya, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Baginya, bantuan ini layaknya napas buatan yang sangat krusial bagi keberlangsungan belajar mengajar di sekolah yang ia pimpin.
“Terima kasih atas perhatian Bapak Gubernur. Bantuan ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap pendidikan demi mewujudkan generasi Bali yang unggul,” tutur Wismaya penuh syukur.
Momen hangat dan penuh haru ini turut disaksikan oleh Ketua DPRD Provinsi Bali, Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, serta jajaran pejabat daerah lainnya.
Siang itu di Banjar, di balik sebuah musibah, selalu ada cerita tentang tangan-tangan yang saling menggenggamโmembuktikan bahwa semangat gotong royong dan kemanusiaan tidak akan pernah hanyut terbawa bencana (aa).





