๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐๐ฎ๐ฑ๐๐ป๐ด – Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS), Ibu Putri Koster, mengajak kaum perempuan Bali untuk meneladani semangat perjuangan R.A. Kartini dalam menjawab tantangan zaman. Salah satu fokus utamanya adalah memperbaiki tata kelola sampah demi kelestarian alam Pulau Dewata.
Ajakan tersebut disampaikan Ibu Putri Koster dalam talkshow bertajuk โPengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan Peran Kartini Masa Kiniโ yang digelar di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Selasa (21/4/2026).
Dalam paparannya, Ibu Putri Koster memberikan apresiasi tinggi kepada TP PKK Badung yang menginisiasi kegiatan ini sebagai rangkaian peringatan Hari Kartini 2026. Menurutnya, momentum ini menjadi kesempatan berharga untuk menyegarkan kembali semangat perjuangan kaum perempuan.
“Melalui kegiatan ini, kita mengecas pikiran dan perasaan agar lebih semangat dalam meneladani gerakan Kartini,” ujar Ibu Putri Koster di hadapan ribuan peserta yang hadir.
๐ ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ผ๐ฏ๐ฟ๐ฎ๐ธ ๐ฃ๐ผ๐น๐ฎ ๐ฃ๐ถ๐ธ๐ถ๐ฟ ๐๐ฎ๐บ๐ฎ
Ibu Putri Koster menekankan bahwa sosok Kartini adalah pejuang yang menginginkan kaum perempuan lepas dari kungkungan adat yang menghambat kemajuan. Kartini mendobrak batasan agar perempuan mendapatkan hak pendidikan yang setara, karena dengan pengetahuan, perempuan bisa berbuat lebih banyak bagi kehidupan.
Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan perempuan di era modern jauh lebih kompleks, mulai dari perkembangan dunia digital hingga tugas mendidik Generasi Z dan Alpha. Di sisi lain, isu lingkungan menjadi pekerjaan rumah besar yang memerlukan peran tangan dingin perempuan.
Ia menyoroti pola penanganan sampah selama puluhan tahun yang dinilai keliru, yakni sistem “kumpul, angkut, dan buang”.
โAkibatnya, sampah menumpuk di TPA dengan sistem open dumping yang memicu pencemaran lingkungan serius. Hal ini terjadi di berbagai daerah di Indonesia,โ jelasnya.
Jika pola ini tidak segera diubah, Ibu Putri mengkhawatirkan kondisi lingkungan Bali dalam 50 tahun ke depan akan semakin memburuk, mengikuti jejak kelebihan beban yang terjadi di TPA Suwung.
๐๐ผ๐ธ๐๐ ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐ฆ๐ฎ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ต ๐ข๐ฟ๐ด๐ฎ๐ป๐ถ๐ธ
Sebagai Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster juga menekankan pentingnya penanganan sampah organik yang dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga. Data menunjukkan bahwa produksi sampah harian di Bali didominasi oleh sampah organik yang mencapai lebih dari 60 persen.
Berdasarkan data yang dipaparkan, total sampah yang dihasilkan di Bali mencapai 3.436 ton per hari. Kota Denpasar menjadi penyumbang terbesar dengan 1.005 ton, disusul Kabupaten Badung dengan 547 ton.
โApabila sampah organik dapat ditangani sejak dari sumber, mulai dari rumah tangga hingga TPS3R, Bali mampu mewujudkan tata kelola sampah yang lebih baik dan berkelanjutan,โ tegasnya optimistis.
๐๐ฝ๐ฟ๐ฒ๐๐ถ๐ฎ๐๐ถ ๐๐ฒ๐ป๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐๐ถ ๐ ๐๐ฑ๐ฎ
Suasana talkshow berlangsung interaktif saat Ibu Putri Koster mengajak sejumlah pelajar berdiskusi di atas panggung. Salah satunya adalah I Gusti Ngurah Gede Iswarma, siswa SMPN 3 Abiansemal, yang memukau hadirin saat memaparkan sistem pengolahan sampah berbasis sumber di sekolahnya.
Selain Iswarma, Putu Mega Prasetyawati dari SMAN 1 Petang juga menunjukkan kecakapannya dalam menjelaskan regulasi tata kelola sampah dengan lugas. Atas keberanian dan pengetahuan mereka, Ibu Putri Koster memberikan apresiasi langsung di atas panggung.
Selain Ibu Putri Koster, acara ini juga menghadirkan Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Ibu Rasniathi Adi Arnawa, dan Sekretaris DLHK Kabupaten Badung, Made Rai Warastuthi, sebagai narasumber. Keduanya menjabarkan langkah-langkah strategis Pemerintah Kabupaten Badung dalam mengurangi ketergantungan pada TPA.
Acara diakhiri dengan peninjauan pameran UMKM dan inovasi lingkungan oleh Ibu Putri Koster yang didampingi Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta beserta jajaran pengurus TP PKK Badung (aa).





