𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 – Kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kelestarian lingkungan terus digaungkan di Provinsi Bali. Pada Minggu (5/4/2026), warga Banjar Batulantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, menunjukkan antusiasme tinggi menyambut Gerakan Bersih Lingkungan melalui kegiatan Kulkul Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Posyandu.
Kegiatan gotong royong pagi ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Palemahan Kedas (PADAS) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster. Turut mendampingi dalam kegiatan ini Kepala Dinas PMD Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, serta Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali dr. Anak Agung Sagung Mas Dwipayani.
Uniknya, gerakan kebersihan ini dikomandoi melalui instrumen komunikasi tradisional Bali. Tepat pukul 05.45 WITA, kulkul (kentongan kayu) dipukul sebanyak tiga kali sebagai tanda persiapan. Berselang 15 menit, pada pukul 06.00 WITA, kulkul kembali berbunyi dua kali sebagai aba-aba bagi seluruh warga agar serentak mulai membersihkan area rumah masing-masing, mulai dari lantai, halaman, hingga telajakan (taman depan rumah).
𝗟𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗮𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗘𝗱𝘂𝗸𝗮𝘀𝗶 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵
Melihat tingginya partisipasi masyarakat yang turun langsung membersihkan lingkungan, Ibu Putri Koster memberikan apresiasi sekaligus motivasi. Ia secara resmi menggagas lomba penataan telajakan yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026 mendatang.
“Kami siapkan total hadiah sebesar Rp 10 juta untuk lima besar terbaik,” ungkap Ibu Putri Koster di sela-sela peninjauannya.
Dalam arahannya, ia juga sangat menekankan pentingnya sistem PSBS. Masyarakat diimbau untuk tertib memilah sampah dari rumah dan menempatkannya di area belakang agar tidak mengganggu pemandangan jalan desa.
“Sampah organik usahakan diselesaikan di rumah, khususnya bagi warga yang masih memiliki teba (pekarangan belakang). Jadi, nanti hanya sampah anorganik saja yang diangkut,” jelasnya memberi arahan.
Ia meminta masyarakat rutin meluangkan waktu setiap hari Minggu pertama di awal bulan untuk gotong royong rutin. “Sesibuk apa pun, jika ada niat, kebersihan lingkungan pasti dapat terwujud,” tegasnya.
Tak sekadar memberi imbauan, Ibu Putri Koster juga turun langsung membaur bersama warga. Ia mencontohkan cara merawat telajakan yang baik dengan menanam aneka bunga serta membersihkan ranting dan daun kering agar pekarangan selalu tampak asri.
𝗟𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗵 𝗔𝘄𝗮𝗹 𝗠𝗲𝗻𝘂𝗷𝘂 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮
Semangat gerakan ini mendapat respons sangat positif dari tokoh adat dan pemerintahan desa setempat. Bendesa Adat Batulantang, I Made Sarpa, menyebutkan bahwa tahun 2026 menjadi momentum awal desanya berpartisipasi penuh menyukseskan gerakan Kulkul PKK. Ke depannya, desa adat berencana melakukan penanaman massal bunga jepun dan bunga arjuna untuk mempercantik wajah banjar.
Sementara itu, Perbekel Desa Sulangai, I Nyoman Sunarta, menilai kesadaran warganya merupakan fondasi penting bagi rencana jangka panjang desa. Menurutnya, hal ini menjadi modal strategis bagi Desa Sulangai yang tengah bersiap mengembangkan diri menjadi desa wisata berkonsep kebersihan berkelanjutan, terinspirasi dari Desa Penglipuran.
“Kegiatan gotong royong sebenarnya sudah rutin kami laksanakan hampir setiap minggu. Kami berharap semangat ini bisa terus konsisten, ditingkatkan, dan kelak bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lain,” tutur Nyoman Sunarta.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan pelestarian lingkungan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Bali menyerahkan bantuan sosial berupa 200 kilogram beras (dikemas dalam 40 karung berukuran 5 kilogram). Bantuan ini diserahkan secara simbolis kepada Perbekel Desa Sulangai untuk selanjutnya segera didistribusikan kepada warga yang berhak menerima (aa).





