๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐๐๐น๐ฒ๐น๐ฒ๐ป๐ด – Jejak air kecokelatan masih membekas tegas di dinding bata SD Negeri 5 Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, kala Gubernur Bali Wayan Koster menginjakkan kaki di sana pada siang hari tadi. Garis air itu nyaris menyapu plafon, menjadi saksi bisu amuk banjir bandang yang menenggelamkan ruang kelas, perpustakaan, hingga ruang majelis guru.
Di tengah sisa-sisa lumpur dan perabot yang porak-poranda, pria asal Sembiran itu mendengarkan keluh kesah para pengajar. Harapan mereka sederhana: anak-anak bisa segera kembali belajar.
Gubernur Koster mafhum, solusi cepat pun segera dititahkan. Lewat dana gotong royong Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Bali, Koster berjanji menalangi kebutuhan mendesak seperti meja, buku pelajaran, dan papan tulis.
“Data kebutuhan itu diharapkan bisa terkumpul dalam beberapa hari, sehingga bantuan dapat segera disalurkan,” ujar Gubernur Koster. Ia meminta Kepala Desa Banjar dan pihak sekolah bergerak cepat menghitung kerugian.
Namun, urusan Buleleng pasca-bandang tak cuma soal buku yang basah. Di luar gerbang sekolah, puluhan keluarga kehilangan tempat bernaung dan denyut nadi ekonomi mereka terhenti. Merespons petaka ini, Gubernur Koster membuka keran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali.

Melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT) yang disalurkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dana segar senilai total Rp 1,26 miliar digelontorkan.
Angka miliaran itu dipecah untuk menambal berbagai kerusakan di lapangan:
โข Perbaikan Rumah: Rp 435 juta dialokasikan untuk membedah 31 rumah warga yang koyakโdelapan rusak berat, 20 rusak sedang, dan tiga rusak ringan.
โข Infrastruktur Air: Jaringan air bersih di 12 titik yang putus diterjang arus segera disambung kembali dengan alokasi terbesar, yakni Rp 726 juta.
โข Fasilitas Pemulihan: Roda ekonomi warga dipompa lewat dana Rp 15 juta untuk membangun ulang kandang ternak yang hanyut, serta Rp 42 juta disisihkan untuk memugar dua tempat suci.
Di balik hitung-hitungan perbaikan fisik, terselip duka yang tak bisa sekadar diganti rupiah. Pemprov Bali menyerahkan santunan masing-masing senilai Rp 15 juta kepada keluarga tiga korban jiwa yang direnggut bandang.
“Kemungkinan masih ada warga yang belum terdata. Saya minta Kepala BPBD segera melakukan pendataan lanjutan agar tak ada masyarakat yang seharusnya menerima bantuan tetapi terlewat,” tegas Gubernur Koster. Ia mewanti-wanti agar birokrasi tak menghambat sampainya bantuan ke tangan para penyintas.
Sebagai penawar jangka panjang, Gubernur Koster memutar otak agar tragedi luapan air ini tak menjadi agenda rutinan. Alih-alih sekadar menambal dinding sekolah yang retak, usulan membongkar total dan membangun ulang SD Negeri 5 Banjar menjadi gedung bertingkat dilempar sebagai wacana serius.
Perencanaan teknisnya diserahkan ke meja Bupati Buleleng. “Jika membutuhkan dukungan dari Pemprov, akan kami bantu melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK),” janji sang Gubernur.
Langkah mitigasi juga ditarik ke hulu. Balai Wilayah Sungai (BWS) mendapat mandat khusus untuk lekas menormalisasi aliran sungai yang kerap meluap. Di atas tanah Buleleng yang masih basah, Gubernur Koster menabur upaya pemulihanโberharap kehidupan warganya tak ikut hanyut terbawa arus (aa).





