๐๐ฎ๐ป๐ด๐น๐ถ โ Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mendorong lahirnya desainer lokal berbakat dari seluruh kabupaten/kota melalui Dekranasda Bali Fashion Road Show โWastra Hitakaraโ.
Road show tersebut kembali digelar di Alun-Alun Kota Bangli, Kamis (10/9/2026), dengan menampilkan karya tujuh desainer muda Bali yang diperagakan oleh 30 model.
Menurut Putri, kegiatan itu tidak sekadar menjadi panggung peragaan busana, tetapi dirancang untuk memperkuat ekosistem fesyen berbasis wastra Bali, mulai dari perajin kain tenun, desainer, penjahit, model, koreografer, hingga komposer.
Ia menilai pengembangan fesyen berbasis kain endek penting untuk menjaga keberlanjutan para perajin. Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah semakin berkurangnya jumlah perajin endek karena penggunaan kain tersebut sebagai bahan sandang sehari-hari dinilai masih terbatas.
โPerajin kain endek kita semakin sedikit dan tergerus karena minimnya masyarakat Bali yang memilih endek sebagai bahan sandang. Oleh karena itu, upaya memperkenalkan kain endek dalam bentuk busana terus saya lakukan,โ kata Putri.
Pada periode keduanya memimpin Dekranasda Bali, Putri mengatakan pihaknya menggandeng desainer, model, koreografer, dan komposer untuk berkeliling ke berbagai kabupaten/kota.
Melalui pola road show bergilir setiap bulan, Dekranasda juga ingin membuka ruang bagi desainer lokal untuk tampil dan memperkenalkan karya mereka.
โSaya berharap kegiatan ini dapat memunculkan desainer lokal dari setiap kabupaten yang kami kunjungi dan pilih sebagai lokasi penyelenggaraan Dekranasda Bali Fashion Road Show โWastra Hitakaraโ secara bergantian setiap bulan,โ ujarnya.
Putri menambahkan, setiap daerah di Bali memiliki kekayaan wastra dengan karakter, motif, filosofi, dan taksu yang berbeda. Nilai tersebut, menurut dia, menjadi kekuatan yang harus dipertahankan ketika wastra dikembangkan menjadi produk fesyen modern.
Ia mencontohkan kain geringsing. Kata โgeringโ dimaknai sebagai sakit, sedangkan โsingโ berarti tidak. Filosofi tersebut merepresentasikan harapan terhadap kesehatan dan keselamatan yang diwariskan melalui tradisi menenun.
Upaya memperluas penggunaan wastra Bali dijalankan melalui tiga program Dekranasda Bali, yakni Dekranasda Bali Fashion Day yang melibatkan perangkat daerah setiap bulan, Dekranasda Bali Fashion Week pada akhir tahun, serta Fashion Road Show โWastra Hitakaraโ yang berkeliling kabupaten/kota.
Putri juga mengingatkan potensi endek Bali di pasar global. Pada periode sebelumnya, sejumlah motif endek Bali digunakan rumah mode Christian Dior Couture dalam koleksinya. Ia menilai hal itu menunjukkan bahwa wastra Bali memiliki daya tarik untuk masuk dalam industri fesyen dunia.
Karena itu, ia mendorong perajin terus menenun sekaligus melakukan regenerasi, sementara para desainer muda diminta terus berinovasi agar karya mereka tidak hanya tampil di catwalk, tetapi juga menjadi pilihan busana masyarakat, termasuk untuk pakaian kerja.
Dalam penyelenggaraan di Bangli, tujuh label/desainer yang tampil ialah A Tiga by Turah Mayun, Taksu Design by Adhi Taksu, Agung Bali Collection by Agung Indira, Limas Boutique by Yenni Limas, Deluxe Design by Dayu Dian, Ipong Design by Ipong, serta Body & Mind Bali by Dayu Karang.
A Tiga by Turah Mayun antara lain menampilkan payas agung Karangasem, payas ningrat Buleleng, dan payas agung Denpasar.
Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli Sariasih Sedana Arta menyambut pelaksanaan โWastra Hitakaraโ di Bangli. Ia mengatakan Bangli memiliki beragam wastra dan produk kerajinan dengan kekhasan tersendiri yang perlu terus dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi tanpa kehilangan identitas daerah.
Pada akhir acara, karya para desainer kembali diperagakan di catwalk. Busana yang ditampilkan juga dapat dipilih dan dibeli oleh undangan sebagai upaya mempertemukan karya desainer dengan pasar secara langsung.
Dekranasda berharap rangkaian ini dapat memperluas pemasaran produk IKM dan UMKM, membuka peluang ekonomi, meningkatkan kesejahteraan perajin, sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat menggunakan produk lokal Bali.
Reporter: ๐๐ป๐๐ด๐ฟ๐ฎ๐ต ๐๐ฟ๐ถ๐ณ๐ฎ๐ป๐๐ผ





