𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 – Cuaca ekstrem melanda berbagai wilayah di Provinsi Bali menyusul hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang terjadi pada 22 dan 23 Februari 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat setidaknya terdapat 76 titik kejadian bencana hidrometeorologi hingga Selasa (24/2/2026) pukul 15.30 WITA.
Dari total 76 titik kejadian tersebut, bencana didominasi oleh banjir di 42 titik dan pohon tumbang di 23 titik. Sisanya meliputi 5 titik tanah longsor, 4 titik senderan jebol, 1 tanggul jebol, dan 1 kejadian angin puting beliung. Wilayah terdampak paling banyak berada di Kota Denpasar dengan 36 titik, disusul oleh Kabupaten Badung dan Karangasem masing-masing sebanyak 12 titik.
Meskipun dampak kejadian cukup meluas, BPBD Provinsi Bali memastikan tidak ada laporan korban jiwa akibat rentetan bencana ini. Namun, tercatat sebanyak 350 warga dievakuasi sementara ke tempat yang lebih aman.
Tim gabungan dari BPBD, TNI/Polri, dan relawan telah terjun ke lapangan untuk melakukan upaya penyelamatan. Petugas berhasil mengevakuasi 30 orang di Jalan Dewi Saraswati II dan 10 orang di Jalan Gunung Athena II, Seminyak. Selain itu, evakuasi dramatis juga dilakukan terhadap 1 bayi dan 3 balita di kawasan Sesetan, Denpasar.
Peningkatan debit air yang signifikan juga sempat memicu kepanikan di kawasan Tukad Badung, khususnya di area Pasar Badung. Tinggi muka air dilaporkan sempat naik hingga kurang lebih 120 sentimeter di atas normal, yang membuat sirine peringatan dini berbunyi dengan status Siaga pada pagi hari. Saat ini, kondisi tinggi muka air dilaporkan sudah berangsur menurun dan terus diawasi secara intensif oleh petugas.
𝗔𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶
Di tengah penanganan situasi darurat, BPBD Provinsi Bali memberikan apresiasi khusus kepada masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan di sebagian besar lokasi terdampak, volume sampah yang menyertai kejadian banjir terpantau relatif sangat kecil. Kondisi ini dinilai sebagai bukti nyata dari tingginya kesadaran dan partisipasi warga Bali dalam menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air.
Menjelang akhir Februari, masyarakat diimbau untuk tidak lengah. Sesuai informasi BMKG, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Warga diminta untuk tetap waspada terhadap ancaman banjir, longsor, dan pohon tumbang, serta sangat disarankan untuk menghindari aktivitas di bantaran sungai saat hujan lebat turun (aa).





