Balipustakanews.com, Badung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali, tengah memproses pembebasan lahan untuk pembangunan empat ruas jalan baru sebagai upaya mengurai kemacetan parah di kawasan pariwisata selatan.
Keempat proyek jalan tersebut meliputi trase Pecatu–Melasti, trase Pasar Desa Adat Pecatu–Jalan Raya Uluwatu, trase Banjar Semer–Jalan Teuku Umar Barat, serta trase Subak Sari–Banjar Semer.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan, sejumlah titik pembebasan lahan sudah rampung dan proyek akan segera memasuki tahap tender pembangunan fisik.
“Ya ini kan sudah pembebasan lahan dan sudah ada beberapa yang rampung untuk pembebasan lahan. Selanjutnya, akan mulai berproses pada tahap tender untuk pembangunan fisik. Astungkara pada akhir 2026 akan segera diselesaikan,” ujar Adi Arnawa dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, khusus trase Subak Sari–Banjar Semer Kerobokan akan dilakukan pelebaran jalan untuk mengatasi kemacetan yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut.
“Yang trase Subak Sari–Banjar Semer Kerobokan itu akan dilakukan perluasan jalan untuk mengatasi kemacetan yang terjadi sekarang. Jadi, trase itu yang sudah siap untuk pembangunan fisik, astungkara bisa segera selesai,” imbuhnya.
Adi Arnawa menuturkan, pembangunan empat akses baru ini didanai melalui skema pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dengan nilai mencapai Rp2,8 triliun.
“Dengan dana pinjaman daerah ini, astungkara bisa secepatnya dibuka empat ruas jalan baru untuk mengatasi kemacetan,” katanya.
Menurutnya, keputusan mengambil pinjaman dilakukan sebagai langkah cepat agar Pemkab Badung dapat mengamankan lahan dan mempercepat pembangunan infrastruktur sebelum harga tanah di kawasan pariwisata melonjak lebih tinggi.
Pinjaman tersebut akan dicairkan secara bertahap, dengan fokus awal pada pembebasan lahan yang telah dianggarkan sejak 2025, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan fisik mulai awal 2026 (red).





