๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, menekankan pentingnya penyamaan persepsi dan penguatan kapasitas kader Posyandu yang mengintegrasikan kearifan lokal dalam pelaksanaan pelayanan masyarakat di Bali.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan Kelima di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkes) Denpasar, Senin (18/5/2026).
Dalam sambutannya, Ibu Putri mengapresiasi semangat dan komitmen para peserta yang mengikuti pembinaan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan dasar kesehatan masyarakat di Pulau Dewata. Menurutnya, keberadaan TP Posyandu mencerminkan kesiapan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk membina pos pelayanan terpadu secara berjenjang dan berkelanjutan.
โPembinaan dilakukan mulai dari provinsi kepada kabupaten/kota, lalu diteruskan ke kecamatan hingga desa dan kader Posyandu. Tahun 2026 ditargetkan pembinaan bisa dilakukan dua kali agar pemahaman seluruh kader semakin kuat dan selaras,โ ujarnya.
Ibu Putri menjelaskan, pada tahap awal, materi pembinaan difokuskan pada penyamaan pemahaman mengenai enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu. Cakupannya meliputi aspek kelembagaan, fungsi posyandu, hingga mekanisme pelayanan kepada masyarakat.
Selain standar teknis, Posyandu di Bali terus didorong untuk bersinergi dengan kader desa dengan menyesuaikan nilai kearifan lokal dan kepercayaan masyarakat di masing-masing wilayah.
โPembinaan harus berjalan berkelanjutan dan dapat diwariskan secara turun-temurun sesuai karakter desa masing-masing,โ tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa TP Posyandu Provinsi Bali merupakan salah satu daerah yang bergerak cepat dalam penguatan Posyandu di tingkat nasional. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti pentingnya sinergi antara Posyandu dan PKK melalui program Kulkul PKK, yang sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.
Menurut Ibu Putri, peran Posyandu tidak lagi terbatas pada pelayanan dasar kesehatan dan gizi, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam mendukung gerakan sosial dan pelestarian lingkungan di Bali.
Ketua Panitia Penyelenggara, Komang Sriani, menambahkan bahwa Bimtek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas, kemampuan teknis, serta pemahaman kader dalam menyelenggarakan layanan dasar pada enam bidang SPM. Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat fungsi dan kemampuan manajerial Posyandu guna mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa.
Bimtek Angkatan Kelima diikuti oleh 100 kader dari empat kelurahan di Kabupaten Bangli. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ibu Sariasih Sedana Arta, serta Wakil Ketua TP Posyandu Bangli, Ibu Suciati Diar. (AA)





