๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ – Upaya menjaga kebersihan lingkungan terus digalakkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sanur Kauh, Denpasar Selatan. Sebagai kawasan desa wisata, Sanur Kauh kini menerapkan langkah tegas sekaligus inovatif dalam mengelola sampah, mulai dari pembagian ratusan teba modern hingga pemasangan kamera pengawas (CCTV) bertenaga surya untuk menindak oknum pembuang sampah liar.
Hal tersebut terungkap dalam diskusi antara Perbekel Desa Sanur Kauh, I Made Ada, bersama I Putu Eka Mahardhika (Jro Eka), anggota Kelompok Kerja sekaligus Tim Komunikasi Gubernur Bali, di Kantor Desa Sanur Kauh, Selasa (21/4/2026).
I Made Ada memaparkan, pengelolaan sampah di wilayahnya telah dilakukan secara terpadu dari hulu ke hilir. Langkah utama yang ditekankan adalah kewajiban warga untuk memilah sampah langsung dari sumbernya, yakni dari rumah tangga.
“Kami sudah merealisasikan 500 unit teba modern dan 1.000 composter bag kepada warga untuk pengolahan sampah organik,” ungkap Made Ada.
Bagi warga yang tidak memiliki lahan memadai untuk menempatkan komposter, pihak desa memfasilitasi proses pencacahan sampah organik di TPS3R Sekar Tanjung. Sementara itu, untuk jenis sampah residu, pengangkutan tetap dilakukan menuju tempat pembuangan yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Denpasar.
๐ง๐ฎ๐ป๐๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฆ๐ฎ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ต ๐๐ถ๐ฎ๐ฟ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฆ๐ฎ๐ป๐ธ๐๐ถ ๐ง๐ฒ๐ด๐ฎ๐
Meski sinergi antara pemerintah desa dan warga sudah terjalin sangat baik lewat prinsip “Desaku Rumahku”, Desa Sanur Kauh tetap menghadapi tantangan yang tidak mudah. Kepadatan penduduk, tingginya mobilitas pendatang, serta masifnya aktivitas komersial seperti perhotelan membuat tata kelola sampah harus terus diawasi.
Tantangan terbesar yang meresahkan saat ini adalah masih adanya oknumโbaik warga lokal maupun masyarakat dari luar desaโyang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan raya. Merespons hal tersebut, Pemdes Sanur Kauh tidak tinggal diam.
“Kami sudah menaruh mobile CCTV yang menggunakan tenaga surya di empat titik strategis. Kami juga menunggu ketersediaan anggaran untuk menambah titik pengawasan di tempat lainnya,” tegas Made Ada.
Langkah proaktif pemerintah desa ini ternyata mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Tercatat, beberapa warga secara sukarela ikut mengarahkan CCTV pribadi di depan rumah mereka ke arah jalan raya untuk membantu memperluas jangkauan pengawasan.
Lebih lanjut, Made Ada menegaskan bahwa desa telah berkolaborasi erat dengan Babinkamtibmas, Babinsa, Linmas, para Kepala Dusun, hingga aparat keamanan desa atau pecalang. Jika ada oknum yang tertangkap basah oleh CCTV maupun petugas saat membuang sampah liar, pihak desa memastikan akan memproses pelanggar tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku.
๐๐ธ๐๐ถ ๐ก๐๐ฎ๐๐ฎ, ๐๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฆ๐ฒ๐ธ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ฟ ๐ช๐ฎ๐ฐ๐ฎ๐ป๐ฎ
Di akhir diskusi, Made Ada menitipkan pesan mendalam bagi seluruh masyarakat. Ia menekankan bahwa kebersihan dan pengelolaan sampah adalah tanggung jawab melekat pada masing-masing individu.
“Kalau kita memiliki sampah, tidak mungkin orang lain yang akan menyelesaikan sampah kita sendiri. Mari kita eksekusi, selesaikan sampah kita, walaupun melakukan hal yang sangat kecil, ini sangat membantu menjaga alam. Jangan sebatas wacana peduli lingkungan,” pesannya.
Mendengar pemaparan tersebut, Jro Eka selaku Tim Komunikasi Gubernur Bali memberikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi dan sinergi warga Sanur Kauh. Ia berharap langkah konkret penanganan sampah dari hulu ke hilir ini bisa terus dirawat dan menjadi inspirasi demi kelestarian Bali di masa depan (aa).




