๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐๐ฎ๐ฑ๐๐ป๐ด – Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kabupaten Badung sukses menyelenggarakan Lokasabha Madya IX di Ruang Pertemuan Kerta Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Bali, pada Minggu (19/4/2026).
Mengusung tema “Nganggem Catur Swadharmaning Pasek, Sumakuta Ngulati Sidha, Sudha, Sidhi lan Sadhu”, kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus meningkatkan sinergi dengan pembangunan daerah dalam mengimplementasikan ajaran Catur Swadarma.
Acara pembukaan tersebut dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Made Widiana, yang hadir mendampingi Wakil Ketua DPRD Badung, I Made Sunarta, serta Ketua MGPSSR Badung, I Gde Eka Sudarwitha.
Evaluasi dan Visi Strategis 2026โ2031
Ketua MGPSSR Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha, menjelaskan bahwa perhelatan Lokasabha Madya IX ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk mengevaluasi program kerja kepengurusan periode 2021โ2026. Kedua, untuk merumuskan kebijakan dan langkah strategis organisasi untuk masa bakti lima tahun ke depan (2026โ2031).
Menurut Eka Sudarwitha, fokus utama organisasi ke depannya akan dititikberatkan pada tiga pilar utama, yakni peningkatan intelektualitas, pengayoman umat, dan penguatan ekonomi pasemetonan (persaudaraan).
Selain itu, MGPSSR Badung juga menegaskan komitmen nyata mereka dalam mendukung visi Sapta Kriya Adicipta yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Dukungan ini mencakup berbagai aspek esensial, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur hingga penanganan isu-isu lingkungan.
Seluruh gerak langkah organisasi ini didasari oleh pedoman luhur Catur Bhisama, yang meliputi:
โข Astiti Ring Widhi: Berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.
โข Bhakti Ring Kawitan: Menghormati dan berbakti kepada leluhur.
โข Eling Ring Bhisama: Mengingat dan menjalankan amanat leluhur.
โข Guyub Ring Semeton: Menjaga kerukunan dan persaudaraan sesama warga.
Apresiasi Pemerintah dan Tokoh Lintas Pasemetonan
Pelaksanaan Lokasabha ini mendapatkan respons positif dari Pemerintah Kabupaten Badung. Plt Kepala Dinas Kebudayaan, I Made Widiana, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi MGPSSR yang terus konsisten berkontribusi dalam pelestarian adat dan budaya Bali.
“Kami berharap Lokasabha ini menghasilkan keputusan-keputusan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh Bali,” ungkap Widiana.
Suasana khidmat dan penuh persaudaraan juga terlihat dari hadirnya berbagai pimpinan paiketan pasemetonan di Kabupaten Badung, para Pandita, Pinandita, anggota DPRD Kabupaten Badung, serta tokoh-tokoh dari berbagai elemen masyarakat yang memberikan dukungan moral.
Salah satu undangan yang hadir, Ketua Pasemetonan Pratisentana Bandesa Manik Mas Kabupaten Badung, Jro Gede Komang Widiarta, turut menyampaikan kekagumannya setelah mengikuti seluruh rangkaian prosesi. Ia menilai warga Pasek telah menunjukkan dedikasi dan kesolidan yang tinggi dalam memperkuat fondasi organisasinya.
“Saya melihat begitu bersemangat dan kompaknya semeton Pasek dalam mengadakan Lokasabha ini. Aura persatuan ini sangat luar biasa,” tutur Jro Gede Komang Widiarta di sela-sela berakhirnya acara.
Ia berharap energi positif ini dapat terus dijaga dan menjadi inspirasi bersama. “Semoga semangat dan kekompakan ini juga mampu memperkuat jati diri kita semua dalam upaya mempertahankan adat dan budaya Bali yang adiluhung,” pungkasnya (aa).





