๐๐๐ก๐ฃ๐๐ฆ๐๐ฅ – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, mengajak kalangan akademisi, khususnya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana, untuk turut berkontribusi menjaga keberlangsungan tenun Bali melalui penelitian mendalam dan penguatan ekosistem UMKM lokal. Ajakan tersebut disampaikan dalam Reuni Lintas Angkatan Alumni Tahun 1983 dan 1984 FEB Universitas Udayana di Gedung Kerthasabha, Jayasabha, Denpasar, Minggu (10/5/2026).
Dalam sambutannya, Ibu Putri Koster menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya reuni alumni sekaligus memaparkan perannya sebagai Ketua Dekranasda yang aktif mengawal perkembangan UMKM Bali, terutama di sektor kerajinan dan tenun tradisional. Ia menegaskan bahwa identitas budaya Bali sejak dahulu adalah menenun, bukan membatik. Namun, persoalan tenun Bali telah berlangsung puluhan tahun, mencakup rantai produksi hingga pemasaran.
โKain endek Bali dan gringsing Bali telah memiliki kekayaan intelektual komunal, tetapi di lapangan penjualannya justru didominasi produk tenun dari luar Bali,โ ujarnya. Kekhawatirannya pun disampaikan secara lugas: โSaya khawatir suatu saat endek tidak lagi dikenal sebagai endek Bali, tetapi menjadi endek Troso atau endek Jepara.โ
Ibu Putri Koster mengusulkan kolaborasi strategis antara FEB Universitas Udayana dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) untuk membedah akar masalah tenun Bali dari hulu hingga hilir. Menurutnya, rantai ekosistem tenun kini telah terputus dan tidak lagi sepenuhnya berbasis swadesi. Ia juga menyoroti fenomena songket Bali yang kian banyak diproduksi menggunakan teknik bordir, sehingga mengikis nilai tradisional dan kekhasan warisan leluhur.
โHasil penelitian akademik diharapkan mampu memberikan solusi konkret. Ketika Bali menjadi titik pasar utama tenun, maka Bali bisa menjadi pusat pasar tenun terbesar di Indonesia,โ tambahnya.
Tak hanya tenun, Ibu Putri Koster juga menyebut upaya pelestarian bunga kasna yang kini mulai langka. Pihaknya tengah menyusun perarem (aturan adat) agar bunga kasna tetap digunakan dalam setiap upacara adat sebagai bagian dari strategi konservasi budaya.
Gubernur Bali, Wayan Koster, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya reuni alumni. Ia menilai dukungan konsisten Ibu Putri Koster dalam melestarikan UMKM lokal menjadi fondasi penting bagi penguatan ekonomi kerakyatan Bali. โBerbagai produk lokal yang terus tumbuh akan membentuk ekosistem kerajinan rakyat yang kuat. Semoga ikatan alumni ini berlanjut secara berkelanjutan dan kita bekerja lebih profesional,โ ujarnya.
Sebagai penutup rangkaian acara, digelar fashion show yang menampilkan karya desainer Bali menggunakan kain tenun produksi UMKM lokal. Penampilan tersebut menjadi bukti nyata kekayaan estetika dan potensi ekonomi tenun Bali yang perlu terus dikawal keberadaannya. (AA)





