• Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Friday, April 17, 2026
Balipustakanews
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
Balipustakanews
Home Opini

Memaknai Naiknya Indeks Demokrasi Indonesia

red/aa by red/aa
September 29, 2020
in Opini
Memaknai Naiknya Indeks Demokrasi Indonesia
Share Share Share

BALIPUSTAKANEWS – Badan Pusat Statistik mengumumkan nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) pada tahun 2019 mencapai 74,92. Nilai ini meningkat sebesar 2,53 poin dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 72,39.

Indeks Demokrasi menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Apakah kenaikan ini dapat dimaknai sebagai kemajuan dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia? Mengingat tahun 2019 merupakan tahun dimana pesta demokrasi terbesar digelar untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden.

Tahun 2020 juga merupakan tahun politik karena sebentar lagi kontestasi untuk memilih kepala daerah serentak akan digelar di 270 wilayah meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota di seluruh Indonesia. Indeks Demokrasi dapat menjadi gambaran situasi menyambut pesta demokrasi jilid II yang akan digelar pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang. Berikut beberapa fakta terkait meningkatnya angka IDI 2019.

ArtikelTerhubung

Menggugat Apatisme Lingkungan, Waktunya Bali Mengubur Tradisi “Kumpul, Angkut, Buang”

Menggugat Apatisme Lingkungan, Waktunya Bali Mengubur Tradisi “Kumpul, Angkut, Buang”

April 4, 2026
EDITORIAL: Kearifan Lokal Penjaga Harmoni Bali

EDITORIAL: Kearifan Lokal Penjaga Harmoni Bali

March 8, 2026

1. Indeks Komposit
Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) adalah indikator komposit yang capaiannya diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga

aspek demokrasi, yaitu Kebebasan Sipil (Civil Liberty), Hak-Hak Politik (Political Rights), dan Lembaga Demokrasi (Institution of Democracy). IDI dihitung dengan mempertimbangkan 3 aspek, 11 variabel, dan 28 indikator demokrasi.

Metodologi penghitungan IDI menggunakan 4 sumber data yaitu: review surat kabar lokal; review dokumen (Perda, Pergub, dll); Focus Group Discussion (FGD); dan wawancara mendalam. Untuk menggambarkan capaian tingkat demokrasi dalam IDI digunakan skala 0-100. Dalam skala ini, 0 adalah tingkat terendah dan 100 adalah tingkat tertinggi. Tingkat terendah (nilai indeks = 0) dapat terjadi bila semua indikator mendapatkan skor yang paling rendah (skor 0). Sebaliknya, tingkat tertinggi (nilai indeks = 100) dimungkinkan apabila seluruh indikator memperoleh skor tertinggi.

Selanjutnya, untuk memberi makna lebih lanjut dari variasi indeks yang dihasilkan, skala 0-100 tersebut dibagi ke dalam tiga kategori tingkat demokrasi, yakni “baik” (indeks > 80), “sedang” (indeks 60-80), dan “buruk” (indeks < 60). Pada tahun 2019 tercatat bahwa nilai IDI masuk ke dalam kategori sedang.

2. Dua dari tiga aspek penghitungan IDI meningkat

Aspek Hak-hak Politik dan Lembaga Demokrasi mengalami peningkatan masing-masing 4,92 poin dan 3,98 poin. Peningkatan kedua aspek tersebut berhasil mendongkrak IDI, sementara itu aspek Kebebasan sipil tercatat sebagai satu-satunya aspek yang mengalami penurunan sebesar 1,26 poin. Aspek Kebebasan Sipil disusun oleh 4 variabel, yaitu kebebasan berkumpul dan berserikat, kebebasan berpendapat, kebebasan berkeyakinan, dan kebebasan dari diskriminasi.

Pada aspek Kebebasan Sipil nilai tertinggi dicapai oleh Provinsi Kalimantan Utara sebesar 96,60 dan terendah tercatat di Provinsi Sumatera Barat sebesar 56,58 yang artinya terdapat kesenjangan sebesar 40,02 poin. Dengan demikian gambaran kualitas kebebasan sipil antar provinsi di Indonesia sangat bervariasi.

3. Hanya satu dari 11 variabel yang berkategori buruk
Variabel Partisipasi Politik dalam Pengambilan Keputusan dan Pengawasan (56,72) masuk ke dalam kategori buruk. Meskipun demikian capaian ini naik 2,44 poin dari tahun 2018 yang tercatat sebesar 54,28. Pada variabel ini diperhitungkan indikator demonstrasi atau mogok yang bersifat kekerasan dan indikator kritikan atau masukan masyarakat mengenai penyelenggaran pemerintahan.

Capaian ini diakibatkan oleh tarikan oleh indikator demokrasi mogok yang bersifat kekerasan yang mencapai 34,91 pada tahun 2019 meskipun indikator lainnya telah mencapai nilai 78,53. Variabel ini merupakan bagian dari aspek hak-hak politik. Walaupun dari sisi variabel masuk ke dalam capaian kategori buruk, secara nasional komponen aspek hak-hak politik sudah mencapai kategori sedang.

4. Provinsi DKI Jakarta peringkat pertama

IDI tertinggi tercatat di Provinsi DKI Jakarta dengan capaian sebesar 88,29 dan terendah tercatat di Provinsi Papua Barat dengan capaian 57,62. Dengan demikian artinya ada kesenjangan sebesar 30,67 poin antara provinsi yang paling tinggi dengan yang paling rendah. Kesenjangan yang sangat lebar antara indeks tertinggi dan terendah baik secara keseluruhan maupun pada tiap-tiap aspek mengindikasikan adanya perbedaan kualitas demokrasi yang besar antar provinsi di Indonesia.

5. Peningkatan tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah.
Peningkatan nilai IDI tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah dengan lompatan sebesar 9,89 poin dari 71,27 pada tahun 2018 menjadi 81,16 di tahun 2019 sehingga naik dari kategori sedang menjadi kategori baik. Dari 34 provinsi di Indonesia ada sebanyak 7 provinsi yang memiliki IDI masuk ke dalam kategori baik yaitu DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Bali, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara dan DKI Jakarta.

6. Capaian tertinggi selama 10 tahun terakhir.
Dinamika kehidupan berdemokrasi Indonesia tercermin dari nilai IDI selama 10 tahun terakhir. Pada tahun 2009 nilai IDI tercatat sebesar 67,30. Pergerakan nilai IDI cenderung fluktuatif hingga paling rendah tercatat sebesar 62,63 di tahun 2012. Peningkatan yang cukup drastis terjadi pada tahun 2014 dengan capaian sebesar 73,04 atau meningkat 9,32 poin dari tahun 2013.

Peningkatan tersebut merupakan lompatan tertinggi selama 10 tahun terakhir. Nilai IDI pada tahun 2019 nyaris mencapai target dalam RPJMN yang dipatok pada level 75,00. Meskipun masih kurang 0,08 poin dari nilai yang ditetapkan dalam RPJMN, nilai Indeks Demokrasi Indonesia tahun 2019 merupakan capaian tertinggi selama 10 tahun terakhir.

Tahun 2019 merupakan momen bersejarah dalam kehidupan berdemokrasi Indonesia karena diadakannya Pemilu Presiden dan Wakil Presiden secara langsung. Kenaikan nilai Indeks Demokrasi Indonesia dapat dipandang kemajuan pada sebagian besar aspek-aspek kehidupan berdemokrasi di Indonesia baik yang berasal dari sisi kinerja pemerintah/birokrasi maupun aspek peran masyarakat, lembaga legislatif (DPRD), partai politik, lembaga peradilan, dan penegak hukum.

Meskipun demikian, dinamika kehidupan demokrasi perlu diantisipasi dengan persiapan matang menyambut kontestasi di tahun 2020. IDI hanyalah salah satu tolak ukur yang menggambarkan fluktuasi pergerakan aspek-aspek penting dalam kehidupan berdemokrasi. Interpretasi nilai IDI harus dilihat secara komprehensif bukan parsial. Upaya menjamin kehidupan berdemokrasi yang lebih baik harus selalu diupayakan bersama. Oleh karena itu, perkembangan IDI merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk Indonesia Maju.

Tags: Opini
ShareSendTweet
Next Post
Guna Tingkatkan Kemampuan Di Bidang Menembak,  Personel Lanud I Gusti Ngurah Rai Laksanakan Latihan menembak

Guna Tingkatkan Kemampuan Di Bidang Menembak, Personel Lanud I Gusti Ngurah Rai Laksanakan Latihan menembak

Discussion about this post

Uang Miliaran Rupiah Belum Kembali, Nasabah BUMDes Patas Buleleng Somasi Kepala Desa
Bali

Uang Miliaran Rupiah Belum Kembali, Nasabah BUMDes Patas Buleleng Somasi Kepala Desa

by red/aa
April 17, 2026
0

𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗕𝘂𝗹𝗲𝗹𝗲𝗻𝗴 - Polemik pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, memasuki babak...

Read more
Lobi Gubernur Koster ke Menteri LH Berhasil, Sampah Organik Kembali Masuk TPA Suwung
Bali

Lobi Gubernur Koster ke Menteri LH Berhasil, Sampah Organik Kembali Masuk TPA Suwung

April 17, 2026
Ibu Seniasih Giri Prasta Soroti Pola Asuh: Ayah Juga Harus Ambil Peran, Jangan Hanya Bebankan Ibu
Bali

Ibu Seniasih Giri Prasta Soroti Pola Asuh: Ayah Juga Harus Ambil Peran, Jangan Hanya Bebankan Ibu

April 17, 2026
Balipustakanews

Berita Online Bali Terkini & Terpercaya Berita Ekonomi, Bisnis, Wisata, Budaya Bali, Politik, Teknologi, Hukum, Kriminal, Pendidikan di Bali, Nasional & Dunia

Follow Us

Kategori Berita

  • Apps
  • Arak Bali
  • Automotive
  • Badung
  • Bahan Pokok
  • Bali
  • Bangli
  • Bawaslu badung
  • Bisnis
  • Buleleng
  • COK ACE
  • Covid 19
  • Denpasar
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Fashion
  • FIFA-U20
  • Film
  • Gadget
  • Gaming
  • Gianyar
  • Gubernur Bali
  • Hari Pahlawan
  • Health
  • Health
  • Hiburan
  • Hukrim
  • I Gusti Ngurah Rai
  • Investasi dan Perekonomian Bali
  • Jakarta
  • Jembrana
  • Jepang
  • Karangasem
  • Kawasan Pura Besakih
  • KBLBB
  • KDRT
  • Kebakaran TPA
  • Kios Pedagang
  • Klungkung
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Liga Kampung
  • Mangupura
  • Margarana
  • Medan
  • Musik
  • Nasional
  • News
  • Ngayah
  • Ny putri koster
  • Opini
  • Pahlawan
  • Paritrana Award 2023
  • Pemilu
  • Pemilu 2024
  • Pemprov Bali
  • Penanganan Sampah
  • Pendidikan
  • Pengolahan Sampah
  • Perda Provinsi Bali
  • Perkemahan Pramuka
  • Perlindungan Anak
  • Pilpres 2024
  • Pj Gubernur Bali
  • Politik
  • Posyandu
  • Pramuka
  • Presiden RI
  • Program Pengelolaan sampah berbasis sumber
  • Pulau Samosir
  • Pura Agung Besakih
  • Review
  • Seksologi
  • Seni & Budaya
  • senimam
  • SP4M-LAPOR
  • Sports
  • Startup
  • Stunting
  • Tabanan
  • Teknologi
  • TP PKK
  • Travel
  • U – 20
  • UMKM
  • Warisan Leluhur
  • World
  • Zodiak

Berita Terbaru

Uang Miliaran Rupiah Belum Kembali, Nasabah BUMDes Patas Buleleng Somasi Kepala Desa

Uang Miliaran Rupiah Belum Kembali, Nasabah BUMDes Patas Buleleng Somasi Kepala Desa

April 17, 2026
Lobi Gubernur Koster ke Menteri LH Berhasil, Sampah Organik Kembali Masuk TPA Suwung

Lobi Gubernur Koster ke Menteri LH Berhasil, Sampah Organik Kembali Masuk TPA Suwung

April 17, 2026
Ibu Seniasih Giri Prasta Soroti Pola Asuh: Ayah Juga Harus Ambil Peran, Jangan Hanya Bebankan Ibu

Ibu Seniasih Giri Prasta Soroti Pola Asuh: Ayah Juga Harus Ambil Peran, Jangan Hanya Bebankan Ibu

April 17, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya