Balipustakanews.com, Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster melantik enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, Selasa (3/2). Dalam pelantikan yang digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama tersebut, Gubernur Koster menekankan pentingnya percepatan kinerja birokrasi di periode keduanya.
Gubernur Koster meminta para pejabat yang baru dilantik untuk bekerja fokus, tulus, dan lurus sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Ia menegaskan tidak ingin ada bongkar pasang pejabat yang tidak perlu demi menjaga stabilitas pemerintahan.
“Di periode kedua ini, saya ingin tancap gas. Karena itu sedapat mungkin saya tidak mau melakukan perubahan lagi kecuali ada yang pensiun atau ada hal yang bersifat khusus,” ujar Gubernur Koster usai pelantikan.
Menurut Gubernur Koster, pengisian jabatan ini telah melalui mekanisme sistem merit yang ketat, mengacu pada prestasi, kompetensi, dan pengalaman. Ia berharap para pejabat definitif ini menjadi tulang punggung birokrasi yang solid.
𝗥𝗼𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗷𝗮𝗯𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗔𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻
Berdasarkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 175/04-C/HK/2026, terdapat sejumlah pergeseran strategis. Salah satunya adalah posisi Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) yang sebelumnya dijabat oleh Dr. Drs. I Made Rentin, AP., M.Si.
Made Rentin kini digeser menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Masyarakat. Gubernur Koster mengungkapkan alasan rotasi ini murni karena pertimbangan kesehatan, meskipun ia mengakui kinerja Rentin sangat responsif.
“Belakangan saya menyadari ternyata saat ini dalam keadaan kurang sehat, sehingga saya memberikan kesempatan untuk melakukan perawatan terlebih dahulu hingga pulih kembali,” jelas Gubernur Koster.
Posisi yang ditinggalkan Rentin kemudian diisi oleh I Made Dwi Arbani, S.TP., M.Si, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
Selain itu, Ida Bagus Gede Sudarsana, S.H. yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Hukum, kini resmi menjabat sebagai Inspektur Daerah Provinsi Bali.
Promosi Jabatan
Gubernur Koster juga mempromosikan tiga pejabat administrator untuk mengisi pos Pimpinan Tinggi Pratama, antara lain:
1. Ida Bagus Alit Suryana, S.Ag., M.Si sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.
2. Ngurah Satria Wardana, S.H., M.H. sebagai Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali.
3. I Made Suparta, AP., MT sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
Gubernur Koster berharap dengan formasi baru ini, jajarannya dapat bergerak cepat menyelesaikan berbagai isu strategis di Bali.





