๐๐๐ก๐ฃ๐๐ฆ๐๐ฅ – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, menegaskan bahwa peran kader Posyandu tidak boleh terbatas pada pelayanan dasar. Ia meminta para kader untuk mampu mencatat dan menyampaikan kebutuhan masyarakat agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Ibu Putri Koster saat membuka kegiatan Bina Posyandu Angkatan IV Tahun 2026 di Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Provinsi Bali, Selasa (5/5/2026).
โPosyandu harus dikelola dengan baik. Kader tidak hanya melayani, tetapi juga mampu mencatat serta menyampaikan kebutuhan masyarakat agar dapat ditindaklanjuti secara tepat,โ ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung pada 5โ7 Mei 2026 ini diikuti oleh 112 peserta. Mereka terdiri atas 44 kader dari Kota Denpasar dan 68 kader dari Kabupaten Buleleng, termasuk unsur TP Posyandu tingkat kota, kecamatan, hingga desa seperti Desa Buahan.
Ketua panitia, Ni Komang Sriani, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kader dalam memahami dan mengimplementasikan program Posyandu secara komprehensif.
Selama tiga hari, peserta menerima materi dari sejumlah kepala perangkat daerah. Di antaranya, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, dan Kepala Dinas Sosial.
Adapun materi yang disampaikan meliputi penguatan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu, pendalaman substansi program, serta isu strategis dan kebijakan terkini.
Selain itu, peserta juga dibekali strategi implementasi program Posyandu ke dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah. Hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan Posyandu dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan Bina Posyandu Angkatan IV ini, diharapkan para kader semakin siap menjalankan tugas secara optimal serta mampu memberikan pelayanan yang lebih responsif dan menyeluruh bagi masyarakat. (AA)





