𝗗𝗘𝗡𝗣𝗔𝗦𝗔𝗥 – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, meminta jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada).
Instruksi tersebut disampaikan Dewa Indra saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Tahun 2026 di Halaman Kantor Satpol PP Provinsi Bali, Rabu (6/5/2026).
Kepada awak media, Dewa Indra menekankan bahwa tugas pokok Satpol PP adalah membantu kepala daerah memastikan implementasi Perda dan Perkada berjalan dengan baik. Namun, ia mengakui bahwa di lapangan masih sering ditemukan berbagai bentuk pelanggaran.
“Pelanggaran bisa disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya ketidaktahuan atau ketidakpahaman masyarakat,” ujar Dewa Indra.
Berangkat dari realitas tersebut, ia meminta petugas tidak semata-mata fokus pada tindakan penertiban. Peran edukasi dan pembinaan dinilai tak kalah penting untuk meminimalkan gesekan di tengah masyarakat.
“Harapan kami, saat turun ke masyarakat untuk penegakan Perda maupun Perkada, petugas mengedepankan pendekatan humanis yang artinya saling menghormati nilai-nilai kemanusiaan,” imbuhnya.
Dewa Indra juga menekankan pentingnya membuka ruang komunikasi seluas-luasnya antara petugas dan masyarakat. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah terjadinya konflik horizontal yang kerap dipicu oleh pendekatan penertiban yang kurang tepat dan represif.
𝗔𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗠𝗲𝗻𝗱𝗮𝗴𝗿𝗶 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝗯𝗱𝗶𝗮𝗻 𝗦𝗮𝘁𝗽𝗼𝗹 𝗣𝗣 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝗮𝘁𝗹𝗶𝗻𝗺𝗮𝘀
Pada kesempatan yang sama, Dewa Indra membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Dalam sambutannya, Mendagri menyampaikan bahwa usia ke-76 untuk Satpol PP dan ke-64 untuk Satlinmas merupakan usia yang sangat matang.
Usia tersebut, lanjut Mendagri, tidak boleh hanya dipandang sebagai angka. Ini menjadi pengingat bahwa kedua organisasi ini harus terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Mendagri menilai, sejauh ini kehadiran Satpol PP dan Satlinmas tetap mampu memberikan rasa aman dan nyaman di ruang publik. Satpol PP berperan memastikan bangunan gedung memenuhi perizinan dan spesifikasi teknis sesuai Perda, sementara Satlinmas aktif menjaga ketenteraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat dari tingkat desa hingga perkotaan.
Peran nyata keduanya juga terlihat dalam penanganan situasi tak terduga, seperti bencana alam di sejumlah daerah.
“Atas kepedulian dan pengabdian luar biasa ini, kami memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Satpol PP dan Satlinmas,” pungkas Mendagri dalam sambutannya. (AA)





