๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐๐ฎ๐ฑ๐๐ป๐ด – Gubernur Bali, Wayan Koster, menekankan pentingnya peran organisasi adat sebagai kekuatan pemersatu sekaligus penguat tanggung jawab sosial masyarakat di Pulau Dewata.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM) Kabupaten Badung yang digelar di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Minggu (12/4).
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa organisasi adat tidak boleh hanya sekadar menjadi wadah formalitas. Sebaliknya, organisasi harus mampu menjaga warisan leluhur sekaligus adaptif dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Organisasi adat tidak hanya sebagai wadah, tetapi harus menjadi kekuatan yang mampu menjaga warisan leluhur sekaligus menjawab tantangan zaman,” tegas Gubernur Koster.
Ia juga mengingatkan agar keberadaan organisasi berbasis kekerabatan di Bali tidak memicu fragmentasi atau pengkotak-kotakan di masyarakat. Ia berharap setiap anggota organisasi memperkuat loyalitas dan dedikasi internal kepada leluhur (kawitan) yang berujung pada kontribusi positif bagi Bali secara luas.
“Bergabung dalam organisasi bukan untuk membentuk paksi-paksi di masyarakat, tetapi untuk memperkuat loyalitas, konsistensi, dan pengabdian yang berdampak bagi Bali,” ujarnya.
๐๐ฝ๐ฟ๐ฒ๐๐ถ๐ฎ๐๐ถ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐๐๐ฝ๐ฎ๐๐ถ ๐๐ฎ๐ฑ๐๐ป๐ด
Senada dengan Gubernur, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Koster yang dinilai visioner. Adi Arnawa mengaku banyak belajar dari implementasi visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang dicanangkan Gubernur Koster.
“Saya banyak belajar dari Pak Gubernur. Beliau sudah memikirkan bagaimana haluan Bali 10 tahun ke depan. Siapapun pemimpin Bali nantinya, tinggal menjalankan haluan yang telah dirangkum,” kata Adi Arnawa.
Ia juga memuji kemampuan lobi Gubernur Koster ke pemerintah pusat. Menurutnya, berkat komunikasi yang baik, banyak proyek strategis di Bali yang akhirnya mendapatkan dukungan anggaran dari APBN.
“Infrastruktur pendukung Bali banyak yang ditanggung APBN. Kita harus bersyukur memiliki gubernur yang memiliki kemampuan lobi luar biasa ke pusat,” tambahnya.
๐ฆ๐ผ๐น๐๐๐ถ ๐ฆ๐ฎ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ต ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ป๐ณ๐ฟ๐ฎ๐๐๐ฟ๐๐ธ๐๐๐ฟ
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster turut memaparkan sejumlah proyek strategis yang sedang dan akan berjalan. Salah satu yang menjadi prioritas adalah pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang krisis sampah pasca-penutupan TPA Suwung.
Proyek PSEL yang menggunakan teknologi insinerasi modern ini ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2027. Fasilitas ini dirancang untuk menangani residu sampah dari kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan).
Selain masalah sampah, pemerintah provinsi juga fokus pada penataan kawasan suci. Di antaranya adalah pembangunan parkir bertingkat di Pura Ulun Danu Batur untuk mengurai kemacetan, serta renovasi pelinggih dan penguatan infrastruktur jalan di kawasan Pura Besakih.
Untuk mendukung pembangunan tersebut, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dilaporkan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,27 triliun pada tahun 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk 206 paket pekerjaan, mulai dari sistem penyediaan air minum (SPAM), pengamanan pantai dari abrasi, hingga kelanjutan proyek shortcut SingarajaโMengwitani.
Acara Lokasabha VI PBMM Kabupaten Badung ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua III DPRD Provinsi Bali I Komang Nova Sewi Putra, Anggota DPRD Badung Ida Cokorda Mengwi XIII, serta tokoh adat dan pemangku kepentingan lainnya di wilayah Badung (aa).





