Balipustakanews.com, Buleleng – Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan sejumlah proyek infrastruktur strategis yang diharapkan menjadi solusi atas kemacetan lalu lintas di berbagai titik krusial di Pulau Dewata. Salah satu prioritas utama adalah pembangunan underpass di Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, yang ditargetkan memasuki tahap tender pada April 2026.
Dalam pernyataannya di Buleleng pada Rabu (7/1/2026), Koster menyatakan bahwa ia telah berkoordinasi intensif dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo untuk mempercepat penanganan kemacetan di Bali. Ia meminta dukungan penuh dari pemerintah pusat agar proyek-proyek transportasi tersebut dapat terealisasi lebih cepat.
“Saya melapor dan memohon kepada Bapak Menteri PU untuk mengatasi kemacetan di Bali. Salah satunya pembangunan underpass Jimbaran yang sangat krusial untuk wilayah Badung selatan,” ujar Koster.
Menurut Koster, Kementerian PU telah menyetujui rencana tersebut dengan estimasi anggaran mencapai Rp350 miliar. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Badung sedang menyelesaikan detail engineering design (DED) serta feasibility study (FS).
“Saya pantau terus. Paling lambat akhir Februari ini DED dan FS selesai, sehingga awal April sudah bisa mulai persiapan tender. Targetnya pertengahan 2026 atau paling lambat Agustus–September sudah bisa mulai pengerjaan,” tambahnya.
Selain underpass Jimbaran, Koster juga menyoroti pembangunan gedung parkir bertingkat di kawasan Pura Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli. Proyek ini mendapat dukungan dari Direktorat Cipta Karya Kementerian PU dengan alokasi dana sekitar Rp250 miliar.
“Dari pusat Rp250 miliar untuk gedung parkir. Dari provinsi kami siapkan jalan penghubungnya. Dokumen perencanaan sudah lengkap dan Pak Menteri sudah oke,” kata Koster.
Proyek lain yang menjadi fokus adalah pembangunan jembatan penghubung Nusa Lembongan–Nusa Ceningan di Kabupaten Klungkung, dengan nilai sekitar Rp108 miliar dan ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026.
“Dokumen jembatan Nusa Lembongan–Nusa Ceningan sudah lengkap. Ini penting karena macet terus di sana,” tuturnya.
Koster juga menyebutkan perkembangan proyek jalan tol Gilimanuk–Mengwi yang saat ini masih dalam tahap tender di Kementerian PU. Ia menekankan bahwa seluruh proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Cukup banyak yang dibantu oleh Bapak Menteri PU untuk pembangunan infrastruktur Bali tahun 2026 ini. Ini akan sangat bermanfaat, tidak hanya untuk transportasi, tetapi juga memperkuat ekosistem kepariwisataan dan membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” pungkas Koster.
Proyek-proyek tersebut diharapkan dapat mengurai kemacetan yang semakin parah akibat lonjakan kunjungan wisatawan, sekaligus mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan dan berorientasi pada kualitas pariwisata (red).





