Balipustakanews.com, Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster mendorong Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Denpasar untuk mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal dalam menyiarkan program pembangunan dan edukasi bagi masyarakat di Pulau Dewata.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi Kepala LPP RRI Denpasar, Taufan Pamungkas Marhaendra, di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar. Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Bali dan RRI dalam mendukung publikasi program daerah.
Gubernur Koster merespons positif sinergi yang ditawarkan RRI, terutama terkait pelibatan multiplatform—radio dan digital—untuk menyebarluaskan informasi pembangunan. Namun, ia menekankan pentingnya kemasan program yang dekat dengan budaya setempat.
“Silakan dikerjasamakan dengan baik. Publikasikan aktivitas yang kita lakukan, termasuk liputan on the spot,” kata Gubernur Koster dalam keterangannya.
Terkait usulan program interaktif bertajuk ‘Halo Gubernur’ atau ‘Gubernur Menyapa’, Gubernur Koster meminta agar format dan penamaan acara tersebut dirancang ulang dengan nuansa kearifan lokal Bali. Tujuannya agar komunikasi publik yang terbangun lebih edukatif dan mudah diterima oleh masyarakat akar rumput.
Kepala LPP RRI Denpasar, Taufan Pamungkas Marhaendra menyatakan kesiapannya mendukung penuh agenda Pemprov Bali. Ia menyebut jangkauan siaran RRI yang luas, mencakup Bali hingga Nusa Tenggara Barat, menjadi modal kuat untuk menyalurkan informasi yang kredibel.
“Kami siap menyediakan ruang siaran bagi Pemprov Bali agar Gubernur bisa langsung terhubung dengan masyarakat. RRI Denpasar siap mendukung penuh program pemerintah daerah dan Bapak Gubernur,” ujar Taufan.
Selain itu, RRI juga membuka ruang partisipasi publik melalui program ‘Halo RRI’ untuk menampung aspirasi warga yang akan diteruskan ke instansi terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster juga menyinggung peran strategis RRI dan TVRI sebagai lembaga penyiaran publik. Gubernur Koster mengenang masa jabatannya di Badan Anggaran DPR RI, di mana ia secara konsisten memperjuangkan agar kedua lembaga ini tetap mendapat dukungan penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Keduanya punya jasa besar bagi Indonesia dan merupakan corong pemerintah yang tidak boleh ditinggalkan,” tegas Gubernur Koster.
Audiensi ini turut dihadiri oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, I.B. Surja Manuaba, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali, Gede Pramana (red).





