Balipustakanews.com, Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Duta Besar Republik Slovakia untuk Indonesia, Tomas Ferko, di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (19/1). Pertemuan ini menjadi pembuka jalan bagi penjajakan kerja sama strategis antara Bali dan Slovakia, mencakup wacana sister city hingga peluang penempatan tenaga kerja.
Ini merupakan kunjungan resmi perdana Tomas Ferko ke Pulau Dewata sejak memulai tugasnya di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Koster menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali sangat terbuka terhadap kerja sama internasional yang bersifat konkret.
“Bali terbuka menjajaki kerja sama internasional yang saling menguntungkan, sepanjang sejalan dengan arah pembangunan Bali yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal,” ujar Koster dalam keterangannya.
Salah satu fokus utama diskusi adalah pengembangan konsep sister city antara Bali dan wilayah di Slovakia. Koster menilai skema ini dapat menjadi pintu masuk pertukaran pengetahuan (knowledge exchange) di berbagai sektor krusial, mulai dari budaya, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga pariwisata berkelanjutan.
Selain isu kewilayahan, pertemuan tersebut juga menyoroti sektor ketenagakerjaan. Kedua pihak membahas peluang penempatan tenaga kerja migran Indonesia di Slovakia. Koster menekankan bahwa meski potensi lapangan kerja terbuka lebar, aspek perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja harus tetap menjadi prioritas utama.
Menanggapi hal tersebut, Dubes Tomas Ferko menyatakan ketertarikannya untuk memperdalam hubungan bilateral dengan Bali. Menurutnya, Bali memiliki potensi lebih dari sekadar destinasi liburan.
“Kami melihat Bali bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga mitra potensial untuk kerja sama jangka panjang di berbagai bidang,” kata Ferko.
Dalam kesempatan itu, Ferko turut menyampaikan undangan resmi kepada Gubernur Koster untuk menghadiri peresmian Kantor Konsulat Republik Slovakia di Bali. Peresmian yang dijadwalkan pada 2 Februari 2026 tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh Menteri Luar Negeri Republik Slovakia.
Pertemuan bilateral ini ditutup dengan diplomasi kuliner. Gubernur Koster memperkenalkan produk UMKM lokal dengan menjamu para delegasi menggunakan Arak Bali dan kopi Bali murni tanpa gula, sebagai simbol promosi hasil tani lokal ke kancah internasional (red).





