• Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Friday, May 1, 2026
Balipustakanews
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
Balipustakanews
Home Seni & Budaya

Manfaat,Tujuan & Banten Dari Otonan Bagi Umat Hindu

admin by admin
May 29, 2021
in Seni & Budaya
Manfaat,Tujuan & Banten Dari Otonan Bagi Umat Hindu
Share Share Share

BALIPUSTAKANEWS – Asal-usul Otonan ini berasal dari bahasa Jawa Kuno dari kata weton dan diubah menjadi oton yang artinya lahir atau menjelma ke dunia. Makanya kamu harus bersyukur sama Tuhan, karena sudah dikasih kesempatan sekali lagi untuk menjadi manusia

Secara etimologi, Otonan adalah hari kelahiran bagi umat Hindu yang datang dan diperingati setiap 210 hari sekali. Dalam lontar Pawacakan, Otonan memiliki makna mensyukuri atas semua karunianya kepada kamu.

Tradisi Hindu juga mempercayai, kalau menentukan Otonan harus menggunakan sapta wara, panca wara, dan wuku. Jadi, tidak bisa sembarangan, karena semua itu sangat memengaruhi perilaku serta jalan hidup seseorang. Jadi, memang didalam hidup itu sesungguhnya tidak boleh sembarangan ya. Pelaksanaan upacara ini harus dilakukan sejak bayi berusia 210 hari. Selanjutnya, upacara tersebut dilakukan secara rutin hingga ajal menjemput.

ArtikelTerhubung

Membedah Filosofi “Ngempu Bali”, Jro Eka Sebut Masa Depan Pulau Dewata Bergantung pada Kualitas SDM

Membedah Filosofi “Ngempu Bali”, Jro Eka Sebut Masa Depan Pulau Dewata Bergantung pada Kualitas SDM

April 26, 2026
Gubernur Koster Turut Ngayah Megambel pada Penutupan IBTK 2026 di Pura Agung Besakih

Gubernur Koster Turut Ngayah Megambel pada Penutupan IBTK 2026 di Pura Agung Besakih

April 24, 2026

Otonan tidak mesti dibuatkan upacara yang besar dan mewah, yang terpenting adalah nilai rohaninya, sehingga nilai tersebut dapat mentransformasikan pencerahan kepada setiap orang yang melaksanakan otonan. Tidak ada gunanya otonan yang besar namun si anak tidak pernah diajarkan untuk sungkem dan hormat pada orang yang lebih tua, akan sia-sia upacara otonan itu jika hanya untuk pamer kepada tetangga. Otonan harus dapat merubah perilaku yang tidak benar menjadi tindakan yang santun, hormat, bijaksana dan welas asih baik kepada orang tua, saudara, dan masyarakat.

Otonan yang dilaksanakan dengan sadhana akan mengarahkan orang tersebut kepada realisasi diri yang tertinggi. Karena dalam upacara otonan terkandung makna bahwa kita berasal dari Brahman dan harus kembali kepadaNya.

Tujuan dari pelaksanaan upacara Otonan adalah Untuk memperingati kelahiran seseorang, dengan demikian yang bersangkutan mengetahui pada hari apa ketika dilahirkan dan berapa tahun umurnya pada saat upacara Otonan dilaksanakan. Guna menyucikan diri seseorang, dengan upacara Otonan yang bersangkutan akan melaksanakan upacara penyucian berupa “Byakala” atau “Prayascitta” dimaksudkan untuk menyucikan diri, melenyapkan kotoran batin, menjauhkan diri dari gangguan “Bhutakala, Dengen dan sejenisnya” (mahluk-mahluk gaib yang suka mengganggu umat manusia), dengan demikian pikirannya menjadi cemerlang.

Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, para leluhur, kedua orang tua dan kerabat terdekat. Dalam pelaksanaan upacara setelah yang bersangkutan menyucikan diri secara jasmaniah, dengan berkeramas dan mandi, mengenakan bhusana yang bersih, dilanjutkan dengan upacara “Byakala” atau “Prayascitta”, maka dilanjutkan dengan upacara persembahyangan bersama keluarga di Pamrajan atau tempat pemujaan keluarga. Mesyukuri (Santosa) wara nugraha atau karunia Hyang Widhi atas kesempatan yang dianugrahkan-Nya untuk menjelma sebagai umat manusia.

Demikian pula mempersembahkan puji syukur atas karunia dianugrahkannya umur yang panjang serta makanan yang berlimpah yang dilaksanakan berupa “ngayab” banten Otonan yang diakhiri dengan menikmati banten yang telah dipersembahkan maupun banten Otonan yang telah “diayab” oleh yang bersangkutan. Demikian antara lain tujuan pelaksanaan upacara Otonan yang patut dilaksanakan oleh setiap umat Hindu, dengan demikian hidup seseorang akan penuh makna untuk memperbaiki diri, menikmati kesejahtraan dan kebahagiaan.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Seni Budaya
ShareSendTweet
Next Post
Upaya Support UMKM di Tengah Pandemi,Ni Luh Gede Suantini Bantu Promosi Lewat Instagram KulinerDenpasar

Upaya Support UMKM di Tengah Pandemi,Ni Luh Gede Suantini Bantu Promosi Lewat Instagram KulinerDenpasar

Discussion about this post

Gubernur Koster: “Tidak Ada Lagi Ketegangan, Yang Ada Jabat Tangan dan Kebahagiaan”
Bali

Gubernur Koster: “Tidak Ada Lagi Ketegangan, Yang Ada Jabat Tangan dan Kebahagiaan”

by red/aa
May 1, 2026
0

𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 - Suasana sejuk dan penuh keakraban mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Bali. Berbeda dari...

Read more
Gubernur Koster Puji Aksi Panggung ASN, Tekankan Kebanggaan Produk Lokal di Dekranasda Fashion Day
Bali

Gubernur Koster Puji Aksi Panggung ASN, Tekankan Kebanggaan Produk Lokal di Dekranasda Fashion Day

May 1, 2026
Ketua Forum PUSPA Bali: Remaja Harus Fokus Belajar, Jauhi Bullying dan Pernikahan Dini
Badung

Ketua Forum PUSPA Bali: Remaja Harus Fokus Belajar, Jauhi Bullying dan Pernikahan Dini

April 30, 2026
Balipustakanews

Berita Online Bali Terkini & Terpercaya Berita Ekonomi, Bisnis, Wisata, Budaya Bali, Politik, Teknologi, Hukum, Kriminal, Pendidikan di Bali, Nasional & Dunia

Follow Us

Kategori Berita

  • Apps
  • Arak Bali
  • Automotive
  • Badung
  • Bahan Pokok
  • Bali
  • Bangli
  • Bawaslu badung
  • Bisnis
  • Buleleng
  • COK ACE
  • Covid 19
  • Denpasar
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Fashion
  • FIFA-U20
  • Film
  • Gadget
  • Gaming
  • Gianyar
  • Gubernur Bali
  • Hari Pahlawan
  • Health
  • Health
  • Hiburan
  • Hukrim
  • I Gusti Ngurah Rai
  • Investasi dan Perekonomian Bali
  • Jakarta
  • Jembrana
  • Jepang
  • Karangasem
  • Kawasan Pura Besakih
  • KBLBB
  • KDRT
  • Kebakaran TPA
  • Kios Pedagang
  • Klungkung
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Liga Kampung
  • Mangupura
  • Margarana
  • Medan
  • Musik
  • Nasional
  • News
  • Ngayah
  • Ny putri koster
  • Opini
  • Pahlawan
  • Paritrana Award 2023
  • Pemilu
  • Pemilu 2024
  • Pemprov Bali
  • Penanganan Sampah
  • Pendidikan
  • Pengolahan Sampah
  • Perda Provinsi Bali
  • Perkemahan Pramuka
  • Perlindungan Anak
  • Pilpres 2024
  • Pj Gubernur Bali
  • Politik
  • Posyandu
  • Pramuka
  • Presiden RI
  • Program Pengelolaan sampah berbasis sumber
  • Pulau Samosir
  • Pura Agung Besakih
  • Review
  • Seksologi
  • Seni & Budaya
  • senimam
  • SP4M-LAPOR
  • Sports
  • Startup
  • Stunting
  • Tabanan
  • Teknologi
  • TP PKK
  • Travel
  • U – 20
  • UMKM
  • Warisan Leluhur
  • World
  • Zodiak

Berita Terbaru

Gubernur Koster: “Tidak Ada Lagi Ketegangan, Yang Ada Jabat Tangan dan Kebahagiaan”

Gubernur Koster: “Tidak Ada Lagi Ketegangan, Yang Ada Jabat Tangan dan Kebahagiaan”

May 1, 2026
Gubernur Koster Puji Aksi Panggung ASN, Tekankan Kebanggaan Produk Lokal di Dekranasda Fashion Day

Gubernur Koster Puji Aksi Panggung ASN, Tekankan Kebanggaan Produk Lokal di Dekranasda Fashion Day

May 1, 2026
Ketua Forum PUSPA Bali: Remaja Harus Fokus Belajar, Jauhi Bullying dan Pernikahan Dini

Ketua Forum PUSPA Bali: Remaja Harus Fokus Belajar, Jauhi Bullying dan Pernikahan Dini

April 30, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya