๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ – Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri langsung perhelatan Dekranasda Bali Fashion Day Sesi 4 Tahun 2026 yang digelar di Gedung Ksirarnawa, UPTD Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu (29/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak seluruh pihak untuk semakin mencintai dan membanggakan produk lokal Bali.
Kehadiran orang nomor satu di Bali itu menjadi magnet tersendiri bagi para peserta dan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memadati kawasan Art Center. Gubernur Koster secara khusus menyampaikan apreasiasi kepada pimpinan perangkat daerah dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang antusias berpartisipasi memeriahkan acara.
โSelain mampu menghidupkan suasana, kegiatan ini juga memberikan peluang bagi anggota ASN untuk menunjukkan bakat sekaligus berbagi rezeki kepada pelaku IKM dan UMKM yang ada di Art Center,โ ujar Gubernur Koster.
Dalam gelaran yang menampilkan 130 peserta model dari kalangan pejabat dan staf tersebut, Gubernur Koster menyoroti keluwesan para ASN yang berlenggak-lenggok di atas panggung. Ia menilai beberapa aspek penting seperti pilihan warna, motif kostum, serta keselarasan antara busana dan ekspresi peserta. Penilaian khusus akhirnya diberikan kepada perangkat daerah BPBD Provinsi Bali yang dinilai berhasil memadukan seluruh kriteria secara sempurna.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menjelaskan bahwa kegiatan yang rutin dilaksanakan satu bulan sekali ini bukan sekadar peragaan busana. Menurutnya, Dekranasda Bali Fashion Day adalah wujud gotong royong dan kolaborasi untuk menjaga perputaran ekonomi para pelaku usaha.
โKegiatan ini kami rancang untuk membangun rasa solidaritas antara anggota ASN dengan pelaku IKM dan UMKM. Ini menjadi kesempatan untuk memberikan ruang bagi desainer, pelaku IKM dan UMKM, serta konsumen,โ ungkap Ibu Putri Koster.
Pihaknya berharap, panggung ini mampu menjadi batu loncatan bagi para desainer berbakat untuk mengembangkan karya berkualitas agar bisa menembus pasar nasional hingga internasional.
Pada sesi sambutannya, Ibu Putri Koster tak lupa mengingatkan warga Bali, khususnya para ASN, untuk konsisten menggunakan kain tenun tradisional endek sebagai bahan utama pakaian. Seruan ini didasari oleh semakin langkanya sumber daya manusia yang menekuni profesi sebagai penenun.
โMari kita cintai kain tradisional khas Bali, endek, sebagai upaya menjaga kelestarian budaya dan warisan leluhur,โ tegasnya.
Ia mencontohkan kain tenun gringsing dari Karangasem yang merupakan salah satu kerajinan paling langka di dunia. Menurutnya, kain ikat ganda yang diproduksi secara tradisional dan dipercaya memiliki kekuatan magis itu harus bisa ditemui dan dijaga kelestariannya di daerah asalnya.
โSudah sepatutnya kain tenun tradisional endek kita temui di kampung halamannya. Ini penting untuk menguatkan produksi dan kelestariannya,โ imbuhnya.
Dekranasda Bali Fashion Day sesi keempat ini diikuti oleh ASN dari empat perangkat daerah, yakni BPBD Provinsi Bali, Bappeda Provinsi Bali, Dinas Perhubungan Provinsi Bali, dan Biro Organisasi Setda Provinsi Bali. Acara dimeriahkan dengan peragaan busana berkategori busana adat ke kantor, busana endek ke kantor, hingga busana kasual.
Melalui perhelatan ini, diharapkan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal semakin meningkat sehingga mampu mengangkat citra produk Bali setara, bahkan melebihi produk nasional dan internasional (aa).





