• Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Tuesday, April 21, 2026
Balipustakanews
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
Balipustakanews
Home Health

Tetap Aktif, Berikut Ini Tips Mengakali Anak Tetap Aktif Di Ruang Terbatas

red/aa by red/aa
January 24, 2021
in Health
Tetap Aktif, Berikut Ini Tips Mengakali Anak Tetap Aktif Di Ruang Terbatas
Share Share Share

ArtikelTerhubung

Cerita WNA Norwegia Sembuh dari Autoimun di RS Kasih Ibu, Gubernur Koster Beri Apresiasi

Cerita WNA Norwegia Sembuh dari Autoimun di RS Kasih Ibu, Gubernur Koster Beri Apresiasi

March 29, 2026
Mata Baru Ekonomi Pulau Dewata

Mata Baru Ekonomi Pulau Dewata

February 15, 2026

BALIPUSTAKANEWS – Di tengah pandemi seperti saat ini, kalian bisa mendekatkan diri kalian bersama buah hati kalian, salah satunya kalian bisa melakukan aktifitas fisik. Tetapi,  Di tengah keterbatasan ruang gerak seperti sekarang ini, orangtua harus memutar otak mencari cara agar buah hati bisa tetap aktif meski sementara ini tak bisa berlarian dengan teman-temannya di lapangan sekolah atau bermain di luar rumah.

 

Dokter spesialis anak, Noor Anggrainy memberi saran untuk orangtua agar bisa mengajak anak dari berbagai rentang usia tetap aktif meski di dalam rumah.

Untuk anak usia di bawah satu tahun, anak bisa diajak bermain di lantai yang sudah diberi alas dan durasi yang direkomendasikan adalah 30 menit. Coba lakukan sesi rutin tummy time di mana anak berbaring di atas perutnya selama beberapa waktu. Pastikan anak dalam keadaan terbangun dan selalu dalam pengawasan Anda.

“Bisa bacakan buku, atau bacakan cerita,” kata dia.

Ia melanjutkan, Sebaiknya tidak menahan anak agar diam di satu waktu dalam durasi lebih dari satu jam, seperti meletakkannya di kereta bayi atau digendong hingga satu jam.

Hiburan lewat gawai jadi alternatif yang menggoda agar anak bisa anteng tanpa harus ke luar rumah, namun dia mengingatkan screen time untuk anak di bawah satu tahun tidak direkomendasikan.

Untuk anak usia 1-3 tahun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan batas maksimal screen time tidak boleh lewat dari satu jam. Anda dapat menggunakannya untuk melakukan panggilan video agar bisa terhubung dengan keluarga yang berjauhan di tengah pandemi COVID-19.

“Jangan jadikan screen time ini yang sering dilakukan, untuk menenangkan anak. Karena anaknya rewel jadi kita kasih aja begitu tablet atau tv. Itu tidak boleh,” tutur dia.

Dia menambahkan, anak sebaiknya tidak diajak menonton tayangan saat makan atau satu jam sebelum tidur. Sebab, anak harus konsentrasi saat makan sehingga tidak boleh ada interaksi lain dari luar. Sementara screen time sebelum tidur dapat menyulitkan anak untuk tidur nyenyak.

“Orang tua harus jadi contoh. Ini yang paling penting libatkan anak dalam aktivitas rumah sehari-hari. Ini bisa menjadi aktivitas fisik dalam keadaan mungkin rumah yang tidak mumpuni untuk kegiatan anak yang suka lari-larian,” lanjutnya.

Batita direkomendasikan untuk aktif bergerak sekitar 180 menit per hari. Anak-anak yang sudah bisa berjalan dan berlari dapat diajak bermain lempar bola, atau sekadar menggambar hingga bermain masak-masakan.

Anak usia 3-6 tahun yang sedang melewati masa prasekolah bisa beraktivitas lebih berat dibandingkan umur-umur sebelumnya, seperti naik sepeda. Manfaatkan ruang di dalam rumah, atau halaman di depan rumah.

Bila tidak ada ruangan yang mumpuni untuk bermain sepeda, pengasuh bisa mengajak anak untuk bercocok tanam sebagai alternatif.

“Sekarang kan ada media hidroponik, kita bisa bercocok tanam, (ajak anak) bantu-bantu membersihkan rumah, nyapu-nyapu, ya jangan berharap itu akan bersih tapi ya setidaknya dia tahu bahwa dia ada kegiatan untuk aktif.”

Sementara anak usia sekolah dengan rentang umur 6-12 tahun sebaiknya diingatkan untuk tidak terlalu terlena dengan gawai. Screen time yang direkomendasikan tidak lebih dari 90 menit. Dorong anak untuk menggunakan waktu luang dengan bergerak aktif, misalnya bermain lompat tali atau berolahraga.

Panduan serupa berlaku untuk anak usia remaja, dari 12-18 tahun. Durasi screen time yang direkomendasikan tidak lebih dari dua jam.

Tags: AnakHealth
ShareSendTweet
Next Post
Bulan Bahasa Bali 2021 Digelar dengan Paduan Luring dan Daring

Bulan Bahasa Bali 2021 Digelar dengan Paduan Luring dan Daring

Discussion about this post

Langkah Konkret Gubernur Koster, Teken MoU Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Jakarta
Badung

Langkah Konkret Gubernur Koster, Teken MoU Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Jakarta

by red/aa
April 21, 2026
0

𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗝𝗮𝗸𝗮𝗿𝘁𝗮 - Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama strategis pembangunan infrastruktur Pengolahan Sampah...

Read more
Sinergi Warga dan Pemdes Sanur Kauh: Dari Teba Modern hingga Penindakan Sampah Liar
Bali

Sinergi Warga dan Pemdes Sanur Kauh: Dari Teba Modern hingga Penindakan Sampah Liar

April 21, 2026
Gandeng Forum PUSPA, Pemkab Klungkung Targetkan Peningkatan Kualitas dan Peringkat Kabupaten Layak Anak
Bali

Gandeng Forum PUSPA, Pemkab Klungkung Targetkan Peningkatan Kualitas dan Peringkat Kabupaten Layak Anak

April 20, 2026
Balipustakanews

Berita Online Bali Terkini & Terpercaya Berita Ekonomi, Bisnis, Wisata, Budaya Bali, Politik, Teknologi, Hukum, Kriminal, Pendidikan di Bali, Nasional & Dunia

Follow Us

Kategori Berita

  • Apps
  • Arak Bali
  • Automotive
  • Badung
  • Bahan Pokok
  • Bali
  • Bangli
  • Bawaslu badung
  • Bisnis
  • Buleleng
  • COK ACE
  • Covid 19
  • Denpasar
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Fashion
  • FIFA-U20
  • Film
  • Gadget
  • Gaming
  • Gianyar
  • Gubernur Bali
  • Hari Pahlawan
  • Health
  • Health
  • Hiburan
  • Hukrim
  • I Gusti Ngurah Rai
  • Investasi dan Perekonomian Bali
  • Jakarta
  • Jembrana
  • Jepang
  • Karangasem
  • Kawasan Pura Besakih
  • KBLBB
  • KDRT
  • Kebakaran TPA
  • Kios Pedagang
  • Klungkung
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Liga Kampung
  • Mangupura
  • Margarana
  • Medan
  • Musik
  • Nasional
  • News
  • Ngayah
  • Ny putri koster
  • Opini
  • Pahlawan
  • Paritrana Award 2023
  • Pemilu
  • Pemilu 2024
  • Pemprov Bali
  • Penanganan Sampah
  • Pendidikan
  • Pengolahan Sampah
  • Perda Provinsi Bali
  • Perkemahan Pramuka
  • Perlindungan Anak
  • Pilpres 2024
  • Pj Gubernur Bali
  • Politik
  • Posyandu
  • Pramuka
  • Presiden RI
  • Program Pengelolaan sampah berbasis sumber
  • Pulau Samosir
  • Pura Agung Besakih
  • Review
  • Seksologi
  • Seni & Budaya
  • senimam
  • SP4M-LAPOR
  • Sports
  • Startup
  • Stunting
  • Tabanan
  • Teknologi
  • TP PKK
  • Travel
  • U – 20
  • UMKM
  • Warisan Leluhur
  • World
  • Zodiak

Berita Terbaru

Langkah Konkret Gubernur Koster, Teken MoU Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Jakarta

Langkah Konkret Gubernur Koster, Teken MoU Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Jakarta

April 21, 2026
Sinergi Warga dan Pemdes Sanur Kauh: Dari Teba Modern hingga Penindakan Sampah Liar

Sinergi Warga dan Pemdes Sanur Kauh: Dari Teba Modern hingga Penindakan Sampah Liar

April 21, 2026
Gandeng Forum PUSPA, Pemkab Klungkung Targetkan Peningkatan Kualitas dan Peringkat Kabupaten Layak Anak

Gandeng Forum PUSPA, Pemkab Klungkung Targetkan Peningkatan Kualitas dan Peringkat Kabupaten Layak Anak

April 20, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya