๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat prestasi olahraga di Pulau Dewata. Ia juga menempatkan sektor olahraga sebagai penggerak utama pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah. Pernyataan itu disampaikan oleh Gubernur Koster saat acara pelantikan Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali masa bakti 2026โ2030 di Ruang Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (15/5/2026).
Gubernur Koster menyoroti capaian Bali yang konsisten bertahan di 10 besar Pekan Olahraga Nasional (PON), bahkan pernah menembus peringkat lima. Menurutnya, pencapaian tersebut sangat luar biasa mengingat jumlah penduduk Bali yang hanya sekitar 4,4 juta jiwa, jauh lebih kecil dibanding provinsi-provinsi besar di Jawa.
โJawa Barat 50 juta, Jawa Timur 40 juta, Jawa Tengah 30 juta. Secara statistik kita kalah jauh. Jadi kalau Bali bisa masuk 10 besar, apalagi peringkat lima, itu luar biasa,โ ujar Gubernur Koster dalam sambutannya.
Fokus pada Pemetaan Cabor Realistis
Dalam arahannya, Gubernur Koster menugaskan kepengurusan KONI Bali yang baru di bawah komando Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, untuk mengembalikan Bali ke papan atas PON.
โPak Ketua KONI cukup urus olahraganya. Targetnya Bali kembali dari peringkat tujuh ke lima. Jangan sampai mundur, malu nanti,โ tegasnya.
Gubernur Koster yang pernah menjabat anggota DPR RI selama tiga periode di Komisi X itu mengaku memiliki rekam jejak panjang dalam perumusan kebijakan olahraga nasional. Ia terlibat langsung dalam pengesahan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional yang menjadi landasan hukum pembangunan olahraga di Indonesia, termasuk perlindungan dan apresiasi bagi atlet, pelatih, dan tenaga keolahragaan.
Mengacu pada UU tersebut, Gubernur Koster meminta KONI Bali melakukan pemetaan ketat terhadap cabang-cabang olahraga yang realistis meraih medali.
โHarus dipetakan secara ketat mana yang punya potensi emas, perak, perunggu, dan mana yang tidak memungkinkan. Karakter masyarakat Bali punya kekhususan, jadi sebelum pertandingan dimulai, kita sudah bisa menghitung peluang medali,โ jelasnya.
Olahraga sebagai Motor Sport Tourism
Selain mengejar prestasi di arena kompetisi, Gubernur Koster juga mengusung strategi sport tourism dan wellness tourism. Ia menginginkan Bali rutin menggelar ajang olahraga berkelas internasional secara berkala.
โKalau bisa tiap bulan ada event olahraga berkelas dunia di Bali. Hotel terisi, pariwisata hidup, olahraga juga hidup. Ini strategi meningkatkan ekonomi Bali,โ kata dia.
Menurut Gubernur Koster, penyelenggaraan event semacam itu tidak harus membebani APBD secara besar karena biaya utama biasanya ditanggung peserta dan wisatawan. Pemerintah cukup menyediakan dukungan fasilitas dan penyelenggaraan dasar.
Revitalisasi GOR Ngurah Rai dan Persiapan Tuan Rumah PON
Di sisi infrastruktur, Gubernur Koster mengakui Bali masih minim sarana dan prasarana olahraga berstandar internasional. Untuk itu, Pemprov Bali akan mulai membangun fasilitas olahraga secara bertahap melalui kolaborasi dengan kabupaten/kota serta swasta. Setiap daerah akan difokuskan mengembangkan fasilitas sesuai potensi cabor unggulan masing-masing, sekaligus sebagai persiapan Bali menjadi tuan rumah PON di masa depan.
โKita siapkan dari sekarang. Dua sampai tiga tahun ke depan Bali harus siap menjadi tuan rumah PON,โ ujarnya.
Salah satu proyek prioritas adalah revitalisasi kawasan GOR Ngurah Rai, Denpasar, menjadi sport center modern. Gubernur Koster menyebut kawasan itu kini kondisinya kurang layak sebagai wajah olahraga di pusat kota. Saat ini, studi kelayakan (feasibility study) tengah berjalan bersama calon investor pihak ketiga. Konsep pengembangan akan mengintegrasikan fasilitas olahraga modern, transit oriented development (TOD), dan ruang publik.
โKalau memungkinkan 2027 sudah perencanaan, 2028 mulai dibangun, dan 2029 selesai sebelum masa jabatan saya berakhir,โ kata Gubernur Koster.
Ia memperkirakan anggaran pembangunan mencapai Rp200 miliar. Jika skema kerja sama swasta tidak tercapai, pembangunan akan digarap lewat kolaborasi anggaran Pemprov Bali dan Pemkab Badung. Kawasan itu juga direncanakan mendukung UMKM, jogging track, dan ekonomi kerakyatan.
Di akhir sambutannya, Gubernur Koster menegaskan pembagian tugas yang jelas: dirinya akan menangani langsung percepatan pembangunan infrastruktur olahraga, sementara KONI Bali diminta fokus menggenjot prestasi atlet. Dengan sinergi tersebut, Bali diharapkan tidak hanya unggul di podium kompetisi, tetapi juga menjadikan olahraga sebagai mesin penggerak pariwisata dan kesejahteraan masyarakat. (AA)





