๐๐๐ก๐ฃ๐๐ฆ๐๐ฅ – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, I Dewa Made Indra, mendorong jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) se-Bali untuk memperkuat kemampuan deteksi dini terhadap potensi gangguan ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (trantibumlinmas). Hal ini dinilai krusial untuk menjaga wibawa daerah sekaligus melindungi citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.
Dorongan tersebut disampaikan Dewa Indra saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Satpol PP Kabupaten/Kota se-Bali di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (8/5/2026).
Dalam sambutannya yang mewakili Gubernur Bali, Dewa Indra menegaskan bahwa kompleksitas tugas Satpol PP terus meningkat seiring dengan perkembangan regulasi dan dinamika sosial yang kian cepat. Untuk itu, paradigma kerja aparat penegak peraturan daerah (perda) ini harus bergeser dari sekadar penindakan menuju pencegahan yang terstruktur.
โSatpol PP harus mampu melakukan proteksi dini. Menangani persoalan sejak awal tentu lebih mudah dibandingkan ketika persoalan sudah membesar. Karena itu, Satpol PP harus semakin solid,โ ujar Dewa Indra di hadapan peserta raker.
Pernyataan ini menggarisbawahi posisi strategis Satpol PP yang tidak hanya bertugas sebagai aparat penertiban, tetapi juga sebagai pengawal keteraturan sosial. Ia menekankan bahwa keamanan, ketertiban, dan kenyamanan merupakan fondasi utama yang menopang keberlanjutan pariwisata Pulau Dewata.
Di tengah peringatan Hari Jadi ke-76 Satpol PP dan ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), Sekda Bali menyebut usia panjang tersebut merupakan refleksi dari kematangan institusi dalam mengelola berbagai gejolak di lapangan.
โUsia ini bukan hanya sekadar angka, tetapi menunjukkan pengalaman panjang. Itu harus menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan ke depan,โ imbuhnya.
Rakerda yang mengusung tema โOptimalisasi Kinerja Satpol PP melalui Deteksi Dini dalam Penyelenggaraan Trantibumlinmasโ ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Bali.
Kepala Satpol PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa forum tahunan ini menjadi wadah esensial untuk memperkuat sinergi antardaerah. โTujuannya jelas, menciptakan Bali yang tertib, aman, dan kondusif bagi kehidupan masyarakat serta sektor pariwisata kita,โ katanya.
Untuk membekali peserta dengan perspektif hukum yang tajam, panitia menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia serta penyuluh hukum. Materi penguatan difokuskan pada teknik penegakan perda yang profesional, deteksi dini kriminalitas, serta pemahaman yuridis dalam menjaga ketertiban umum.
Di penghujung acara, Sekretaris Daerah Provinsi Bali didampingi Kasatpol PP Provinsi Bali menyerahkan penghargaan Bali Trepti IV Tahun 2026. Penghargaan ini diberikan kepada beberapa institusi atas dedikasi dan inovasinya dalam menjaga trantibumlinmas, di antaranya kepada Satpol PP Kabupaten Buleleng, Satpol PP Kota Denpasar, Satpol PP Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Gianyar, PT Asta Nadi Karya Utama, dan PT Lipuri Jagadh. (AA)





