๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐ง๐ฎ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ฎ๐ป – Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan bantuan senilai Rp 1 miliar untuk memperbaiki sejumlah kerusakan bangunan suci di Pura Luhur Pucak Tinggah, Banjar Angseri, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis pada Senin (30/3/2026).
Bantuan tersebut disalurkan sebagai respons cepat pemerintah atas kerusakan parah yang terjadi akibat cuaca ekstrem dan terjangan angin kencang yang melanda wilayah Desa Angseri pada Kamis (5/3/2026) lalu.
Tercatat ada empat bangunan suci yang terdampak parah dalam musibah tersebut. Bangunan yang mengalami kerusakan meliputi bale paruman berukuran 18 x 7 meter dengan atap sirap bambu dan 24 pilar yang roboh, bale murdamanik berukuran 5 x 5 meter, lumbung kelingking berukuran 2,5 x 2 meter, serta pelinggih penegtegan merta berukuran 1 x 1 meter.
๐๐ผ๐บ๐ถ๐๐บ๐ฒ๐ป ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ฐ๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ฒ๐บ๐๐น๐ถ๐ต๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐๐ถ๐น๐ถ๐๐ฎ๐ ๐๐ฒ๐ฎ๐ด๐ฎ๐บ๐ฎ๐ฎ๐ป
Dalam kunjungannya ke lokasi kejadian, Gubernur Koster menegaskan bahwa kerusakan fasilitas pura tersebut harus segera ditangani. Hal ini dinilai krusial agar aktivitas adat, keagamaan, dan spiritual masyarakat setempat dapat segera kembali berjalan dengan normal.
โTadi kita lihat bangunan ini rusak akibat terpaan angin kencang. Oleh karena itu, saya meminta pihak pengempon (pengelola pura) untuk segera mengajukan permohonan rehabilitasi,โ ujar Gubernur Koster.
Terkait pendanaan, Gubernur Koster menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sebenarnya telah mengalokasikan dana dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 1 miliar. Namun, dari hasil peninjauan dan diskusi di lapangan, alokasi tersebut dinilai belum sepenuhnya mencukupi total kebutuhan perbaikan secara menyeluruh.
Meski demikian, Gubernur Koster memastikan Pemprov Bali tidak akan lepas tangan dan siap menambah kekurangan dana tersebut di tahap selanjutnya.
โUntuk sementara, kita gunakan dulu dana yang ada ini. Dalam proses pelaksanaan nanti, saya akan menambahkan bantuan dana agar dapat meringankan beban masyarakat dan memastikan pembangunan berjalan dengan baik,โ tegas Gubernur Koster.
Langkah cepat ini sekaligus menjadi wujud komitmen Pemprov Bali dalam mendukung percepatan pemulihan fasilitas umum dan keagamaan yang terdampak bencana, serta upaya nyata dalam menjaga keberlangsungan tradisi masyarakat Bali (aa).





