Balipustakanews.com, Denpasar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali resmi menambah penyertaan modal kepada PT Bank BPD Bali sebesar Rp445 miliar. Dengan suntikan dana segar ini, total investasi Pemprov Bali di bank pembangunan daerah tersebut kini menembus angka Rp1,28 triliun.
Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan, penambahan ini mengakumulasi modal yang sebelumnya tercatat sebesar Rp839 miliar. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk investasi jangka panjang daerah.
“Maka jadikan sebagai penyertaan modal selamanya, abadi. Jika menjadi tambahannya Rp445 miliar, total kita menjadi Rp1,28 triliun, hampir Rp1,3 triliun,” ujar Gubernur Koster dalam Rapat Paripurna di DPRD Bali, Denpasar, Selasa (20/1).
Gubernur Koster memproyeksikan, dengan total penyertaan modal tersebut, Pemprov Bali akan meraup dividen sekitar 25 persen atau setara lebih dari Rp300 miliar per tahun. Dana ini nantinya akan masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Angka proyeksi tersebut meningkat signifikan dibandingkan penerimaan dividen sebelumnya yang tercatat sebesar Rp224 miliar. Menurut Gubernur Koster, penyertaan modal di BPD Bali merupakan investasi dengan tingkat kepastian keuntungan yang tinggi dan terukur.
“Dan 25 persennya kita akan mendapatkan Rp300 miliar lebih seperti pendapatan PAD. Itu kan nyaman kita, bisa dihitung,” tegasnya.
𝑫𝒐𝒓𝒐𝒏𝒈 𝑩𝑷𝑫 𝑩𝒂𝒍𝒊 𝑵𝒂𝒊𝒌 𝑲𝒆𝒍𝒂𝒔
Selain mengejar peningkatan PAD, Gubernur Koster juga menginstruksikan seluruh kepala daerah di Bali untuk turut menambah penyertaan modal mereka. Langkah kolektif ini diharapkan dapat membuka peluang bagi BPD Bali untuk naik level menjadi bank kategori dua.
“Ini yang membanggakan kita di Bali dan kita akan terus dorong di periode ini agar BPD Bali naik kelas. Supaya dia betul-betul menjadi bank kebanggaan rakyat Bali,” kata Gubernur asal Buleleng tersebut.
Sebelumnya, kebijakan penambahan modal ini telah disampaikan dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi Bali tentang Penambahan Penyertaan Modal Daerah. Gubernur Koster menekankan bahwa penguatan permodalan ini bukan sekadar urusan finansial, melainkan strategi untuk memperkuat peran BPD Bali sebagai penggerak utama perekonomian Pulau Dewata.
“BPD ini kita bangun bukan hanya dengan uang, tapi dengan komitmen yang kuat. Kita ingin BPD menjadi salah satu tumpuan pendapatan daerah dan penggerak ekonomi Bali,” pungkas Gubernur Koster (red).





