Balipustakanews.com, Badung – Rumah Sakit (RS) Bali Jimbaran mengungkapkan kondisi Oktraman Mendrosap, salah satu korban helikopter jatuh di Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung. Oktraman adalah satu-satunya korban yang dievakuasi ke RS Bali Jimbaran.
“Sebelum dibawa ke sini, korban sempat dikabarkan pingsan dan mengalami cedera di tangan kanan,” ujar Kadek Edy Januar Sanjaya, Manager Pelayanan Medis RS Bali Jimbaran, Jumat (19/7).
Oktraman, seorang fotografer dari perusahaan pemilik helikopter Bali Helitour, ikut dalam penerbangan tersebut. Pria asal Medan, Sumatera Utara (Sumut), itu baru saja bekerja di perusahaan tersebut.
Pria berusia 33 tahun itu segera dibawa warga sekitar ke RS Bali Jimbaran untuk mendapatkan perawatan setelah helikopter jatuh. Saat ini, Oktraman dalam kondisi stabil dan dirawat oleh dokter jaga di instalasi gawat darurat (IGD).
“Kondisinya sekarang cukup baik, hanya mengalami cedera kepala ringan. Dia masih bisa menjawab saat ditanya,” kata Edy.
Namun, Edy menyatakan bahwa belum diketahui adanya cedera lain atau patah tulang pada tubuh Oktraman karena RS Bali Jimbaran masih menunggu hasil rontgen.
“Mengenai cedera di tangan, kami belum bisa memastikan adanya patah tulang, tetapi cedera yang signifikan sepertinya tidak ada,” tambahnya.
Dalam kecelakaan helikopter dengan kode registrasi PK-WSP di Pantai Suluban, terdapat beberapa korban lainnya, yaitu pilot Kapten Dhedy Kurnia serta tiga penumpang: Russel James Harris dan Chriestope Pierre Marrot Castellat dari Australia, serta Eldira Decti Paskila dari Indonesia. (PR/DTK)






Discussion about this post