๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ – Pengurus Provinsi Olahraga Domino atau Pengprov ORADO Bali menggelar audiensi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Provinsi Bali, Kamis (4/6/2026).
Pertemuan berlangsung di Sekretariat KONI Bali, GOR Lila Bhuana, Denpasar. Audiensi tersebut dihadiri Sekretaris Pengprov ORADO Bali, Gede Subianta Eka Kresnawan, bersama jajaran pengurus ORADO Bali.
Rombongan ORADO Bali diterima langsung oleh Sekretaris Umum KONI Bali, Ir. I Ketut Jagra Sunu.
Dalam pertemuan itu, ORADO Bali menyampaikan sejumlah hal terkait pengembangan olahraga domino sebagai permainan strategi yang diarahkan menjadi cabang olahraga prestasi.
Jagra Sunu mengatakan, selama ini domino kerap dipersepsikan sebagai permainan tradisional yang lekat dengan konotasi negatif, terutama karena sering dikaitkan dengan praktik perjudian.
Namun, setelah mendapat penjelasan dari jajaran ORADO Bali, KONI Bali menilai olahraga domino memiliki potensi untuk dikembangkan secara lebih terarah.
โKalau kita dengar ORADO, konotasinya ke domino, permainan tradisional yang sering diidentikkan dengan judi. Tetapi setelah mendapat penjelasan dari teman-teman, ini jauh dari judi. Ini permainan strategi dan kerja sama,โ kata Jagra Sunu.
Ia menyampaikan, KONI Bali menyambut baik keberadaan ORADO Bali sebagai bagian dari ekosistem pembinaan olahraga di daerah.
Menurutnya, olahraga domino dapat dikembangkan apabila memiliki sistem pembinaan yang jelas, aturan pertandingan yang fair, serta mekanisme penilaian yang objektif.
โKONI Bali sangat welcome atas keberadaan ORADO. Ke depan, kami harapkan ORADO mampu bersaing di tingkat nasional dan melahirkan juara-juara terbaik,โ ujarnya.
Meski demikian, Jagra Sunu memberikan sejumlah catatan. Salah satunya terkait mekanisme pertandingan agar tidak menimbulkan ruang subjektivitas atau potensi permainan yang tidak fair.
Ia menilai ORADO perlu memperkuat sistem pertandingan, termasuk mengantisipasi kemungkinan adanya kode-kode tertentu antar pemain yang dapat mengganggu sportivitas.
โJangan sampai ada kode-kode yang sebenarnya tidak boleh. Itu harus diminimalisir, mungkin dengan adanya sekat atau mekanisme lain, sehingga permainan tetap fair,โ kata dia.
Jagra Sunu berharap ORADO Bali dapat segera beradaptasi dan membangun pembinaan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.
Pembinaan tersebut dinilai penting untuk mencetak atlet-atlet domino yang mampu bersaing dalam kejuaraan tingkat nasional.
โHarapannya ORADO cepat beradaptasi, mengembangkan diri, melakukan pembinaan dan pelatihan secara berjenjang dari tingkat pengkab sampai pengprov, sehingga menghasilkan atlet-atlet berprestasi,โ ujarnya.
Ia juga berharap, ke depan olahraga domino dapat dipertandingkan dalam ajang olahraga resmi seperti Pekan Olahraga Nasional atau PON.
โJika suatu saat dipertandingkan di PON, atlet-atlet ORADO bisa mewakili Bali dan menjadi aset daerah. Mereka diharapkan mampu menjadi juara di tingkat nasional maupun internasional,โ kata Jagra Sunu. (AA)





