𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 – Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Karya Ngenteg Linggih Pedudusan Alit Wraspati Kalpa di Pura Pemayun Seminyak, Desa Adat Seminyak, Kabupaten Badung, Selasa (8/9/2026).
Kehadiran unsur legislatif dan eksekutif tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen menjaga adat, agama, serta budaya Bali di tengah perkembangan pembangunan Kabupaten Badung.
Anom Gumanti mengatakan, adat dan budaya memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Bali. Karena itu, keberlangsungannya tidak hanya membutuhkan dukungan melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga perhatian dan kehadiran langsung di tengah krama.
“Kami hadir sebagai bentuk dukungan dan penghormatan kepada krama yang melaksanakan karya. Adat, agama dan budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali. Karena itu, keberlangsungannya harus kita jaga bersama,” ujar Anom Gumanti.
Karya Ngenteg Linggih merupakan salah satu rangkaian upacara keagamaan Hindu Bali yang berkaitan dengan penyucian dan penguatan kembali fungsi kesucian pura setelah melalui proses pembangunan, perbaikan, maupun penataan.
Selain memiliki dimensi spiritual, pelaksanaan karya tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat. Rangkaian upacara dilaksanakan melalui partisipasi krama dengan semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama terhadap keberadaan tempat suci.
Menurut Anom Gumanti, keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan karya menunjukkan bahwa kehidupan adat masih memiliki peran kuat dalam menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat.
Ia berharap Karya Ngenteg Linggih Pedudusan Alit Wraspati Kalpa di Pura Pemayun Seminyak dapat berlangsung lancar serta memberikan ketenteraman dan kerahayuan bagi seluruh krama.
“Semoga karya ini berjalan lancar, memberikan ketenteraman dan kerahayuan bagi seluruh krama. Yang tidak kalah penting, semangat kebersamaan dan gotong royong yang tumbuh dalam pelaksanaan karya ini dapat terus dipertahankan,” katanya.
Kehadiran Ketua DPRD Badung bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa juga dinilai mencerminkan sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam memberikan perhatian terhadap kehidupan adat, agama, dan budaya masyarakat.
Sinergi tersebut menjadi penting seiring pesatnya perkembangan pembangunan dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Badung. Pembangunan diharapkan tidak hanya berorientasi pada penguatan infrastruktur dan perekonomian, tetapi tetap berjalan beriringan dengan pelestarian nilai sosial, spiritual, serta budaya lokal.
Melalui keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan masyarakat, DPRD Badung menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah juga ditentukan oleh kemampuan menjaga identitas, kebersamaan, serta warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun kepada masyarakat Bali.
Editor: 𝗔𝗻𝘂𝗴𝗿𝗮𝗵 𝗔𝗿𝗶𝗳𝗮𝗻𝘁𝗼





