๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menegaskan bahwa pengelolaan Posyandu tidak boleh berjalan sekadarnya. Ia mendorong para kader memiliki pemahaman menyeluruh agar mampu menjalankan fungsi ganda: sebagai pelayan dasar sekaligus jembatan aspirasi warga ke pemerintah desa.
Penegasan itu disampaikan saat membuka kegiatan Bina Posyandu Angkatan ke-3 Tahun 2026 di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali, Denpasar, Senin (27/4/2026). Di hadapan para peserta, ia mengingatkan bahwa peran kader sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan kondisi riil masyarakat di tingkat akar rumput.
โPosyandu harus dikelola dengan baik. Kader tidak hanya melayani, tetapi juga mencatat dan menyampaikan kebutuhan masyarakat agar bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah desa,โ ujar Ibu Putri Koster.
Lebih lanjut, istri Gubernur Bali ini menyoroti pentingnya sistem pencatatan yang tertib. Menurutnya, data yang dihimpun kader dari setiap kunjungan menjadi modal awal perumusan kebijakan yang tepat sasaran. Tanpa pemahaman memadai, potensi masalah gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga kebutuhan lansia rawan tidak terpantau secara optimal oleh pemerintah.
Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi kehadiran penuh peserta dari Kabupaten Gianyar yang mencapai 112 orang. Tak hanya kader, jajaran Tim Penggerak Posyandu setempat turut hadir lengkap. Ia menilai kehadiran tersebut sebagai sinyal komitmen kuat daerah dalam meningkatkan mutu layanan.
๐ฃ๐ฟ๐ผ๐ด๐ฟ๐ฎ๐บ ๐๐ฒ๐ฟ๐ธ๐ฒ๐น๐ฎ๐ป๐ท๐๐๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ป๐ด๐ด๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ป ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ณ
Ibu Putri Koster memaparkan, penguatan kapasitas kader akan terus digenjot secara berkelanjutan. Sepanjang tahun 2026, Bina Posyandu direncanakan berlangsung sebanyak 18 kali kegiatan. Pihaknya bahkan membuka peluang penambahan frekuensi melalui perubahan anggaran, bergantung pada urgensi dan kebutuhan di lapangan.
Tak berhenti di situ, ia memastikan program serupa akan tetap dimantapkan pada 2027. Langkah ini ditempuh agar tidak ada kader yang sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan benar-benar memiliki kesiapan teknis dan pemahaman substansi saat bertugas.
โJangan sampai kader bekerja tanpa arah. Harus ada standar yang dipahami bersama agar pelayanan merata di seluruh Bali,โ tegasnya.
๐๐ถ๐ฑ๐๐ฝ๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ผ๐๐ผ๐ป๐ด ๐ฅ๐ผ๐๐ผ๐ป๐ด ๐๐ฒ๐๐ฎ๐ ๐๐ผ๐บ๐ฏ๐ฎ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐๐ถ๐ต๐ฎ๐ป
Di luar urusan pelayanan kesehatan dasar, Ibu Putri Koster juga mendorong masyarakat menghidupkan kembali budaya gotong royong. Ia secara khusus menyoroti aspek kebersihan lingkungan yang dinilai belum menjadi perhatian serius seluruh warga.
Sebagai stimulus, pihaknya berencana menggelar lomba kebersihan tingkat sekolah pada tahun ini. Lebih jauh, ia mengajak warga memanfaatkan โkul-kulโ atau kentungan khas Bali yang biasa digunakan di kegiatan Posyandu dan PKK sebagai penanda waktu gotong royong.
Konsepnya sederhana: setiap keluarga diminta meluangkan minimal dua jam dalam sebulan untuk membersihkan lingkungan sekitar, dimulai dari halaman rumah masing-masing. Ia meyakini kebiasaan kecil ini bisa mencegah penyakit berbasis lingkungan jika dijalankan secara kolektif dan konsisten.
๐ ๐ฎ๐๐ฒ๐ฟ๐ถ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฎ๐๐ถ๐ ๐ฅ๐ฒ๐ด๐๐น๐ฎ๐๐ถ ๐ง๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฎ๐ฟ๐
Sementara itu, Ketua Panitia Bina Posyandu Tahun 2026, Ni Komang Sriani, menjelaskan kegiatan berlangsung intensif selama tiga hari. Berdasarkan jadwal yang dikantongi Kompas.com, pelatihan digelar pada 13 hingga 15 April 2026.
Materi yang disampaikan tidak sekadar penyegaran, melainkan berfokus pada akselerasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Para peserta juga mendapat pendalaman substansi, pembahasan isu strategis, serta strategi implementasi melalui internalisasi program 6 SPM ke dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah.
Dengan bekal tersebut, pemerintah berharap Posyandu ke depan tidak hanya berfungsi sebagai pos penimbangan dan imunisasi, melainkan menjelma menjadi pusat layanan terpadu yang responsif terhadap kebutuhan warga secara lebih luas (aa).





