𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗕𝗮𝗻𝗴𝗹𝗶 – Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk “Membina dan Berbagi”. Kali ini, aksi tersebut menyasar para kader di dua desa di Kabupaten Bangli, yakni Desa Bangbang dan Desa Abangsongan, pada Rabu (22/4/2026).
Dalam kegiatan ini, TP Posyandu Provinsi Bali menyerahkan bantuan berupa 140 paket sembako kepada para kader Posyandu setempat. Rinciannya, 80 paket diserahkan untuk kader di Desa Bangbang dan 60 paket untuk kader di Desa Abangsongan.
Secara keseluruhan, total bantuan yang didistribusikan mencakup 4.200 kilogram beras, 8.400 butir telur, dan 280 kotak susu.
Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat terlaksana melalui sinergi yang baik dengan TP Posyandu di tingkat kabupaten/kota.
“Desa yang dikunjungi sebelumnya telah melalui proses verifikasi, sehingga pembagian bantuan dapat dilakukan dengan baik dan merata,” ujar Ibu Putri Koster.
Tidak sekadar berbagi bantuan, momentum ini juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan enam Standar Pelayanan Minimum (SPM) Posyandu. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024, layanan Posyandu kini bertransformasi. Layanan ujung tombak masyarakat ini tidak lagi hanya berfokus pada sektor kesehatan, tetapi diperluas mencakup lima bidang lain, yakni pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.
Pada kesempatan yang sama, Ibu Putri Koster yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Provinsi Bali, menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengajak masyarakat dan para kader Posyandu untuk konsisten menerapkan Pemilahan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) dan menjadi pelopor Gerakan Bali Bersih Sampah di wilayah masing-masing.
“Kita hidup pasti menghasilkan sampah, baik organik, anorganik, maupun residu. Oleh karena itu, mari kita lakukan pemilahan sampah sesuai jenisnya secara masif. Hal ini akan terus saya sosialisasikan sebagai bagian dari upaya bersama dalam mengatasi permasalahan sampah,” tegasnya saat berbicara di Gedung Serbaguna Desa Abangsongan, Kecamatan Kintamani.
Menurutnya, kualitas kesehatan masyarakat yang optimal selalu berawal dari lingkungan yang bersih dan terawat.
Sejalan dengan perluasan layanan tersebut, Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Anom Agustina, memaparkan pentingnya transformasi Posyandu agar ke depannya menjadi lembaga yang lebih responsif, adaptif, dan berbasis data. Hal ini dinilai krusial untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Adaptif berarti Posyandu mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Responsif berarti harus cepat dan tanggap terhadap permasalahan di bidang pelayanannya. Sementara berbasis data merujuk pada pendataan seluruh masalah dan kendala sebagai dasar penentuan kebijakan serta arah pembangunan desa,” jelas Anom.
Langkah strategis dan bantuan dari Pemprov Bali ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah daerah setempat. Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ibu Sariasih Sedana Arta, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada para kader di wilayahnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi stimulus dan motivasi bagi kader Posyandu Kabupaten Bangli untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di tengah masyarakat sesuai dengan bidang layanannya masing-masing (aa).




