๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ โ Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat menggunakan wastra Bali sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya serta memperkuat perekonomian perajin lokal.
Ajakan itu disampaikan Putri Koster saat membuka Dekranasda Bali Fashion Day bertajuk โWastra Hita Karaโ di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (28/7/2026).
Menurut Putri Koster, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM) telah menjadi salah satu fokus Dekranasda Bali sejak periode pertama kepemimpinannya.
Dekranasda Bali bersama Bank BPD Bali dan sejumlah pihak terus memberikan pendampingan serta memperluas akses pasar bagi produk lokal. Salah satunya melalui program IKM Bali Bangkit yang kembali dilanjutkan pada periode kedua kepemimpinannya.
Sejak dibuka pada Maret 2026, transaksi dalam program tersebut telah mencapai sekitar Rp32 miliar.
โAjang Pesta Kesenian Bali memberikan dampak yang sangat besar terhadap peningkatan penjualan produk UMKM. Kami menyediakan wadah secara gratis bagi para pelaku usaha selama mereka bersedia mengikuti aturan yang telah ditetapkan,โ ujar Putri Koster.
Selain menyediakan ruang pameran, Dekranasda Bali menggelar peragaan busana setiap bulan sebagai sarana promosi bagi desainer dan perajin lokal. Program tersebut menjadi bagian dari Trilogi Dekranasda yang mencakup Fashion Day, Fashion Week, dan Road Show.
Putri Koster juga meminta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali tidak hanya mendukung UMKM secara simbolis, tetapi turut membeli dan mengenakan produk yang dipasarkan melalui IKM Bali Bangkit.
โKalau kita ingin UMKM maju, mari kita mulai dengan membeli dan memakai produknya,โ katanya.
Dalam peragaan busana tersebut, sejumlah perangkat daerah menampilkan pakaian berbahan wastra Bali, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM, Satuan Polisi Pamong Praja, RS Mata Bali Mandara, serta Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bali.
Putri Koster berharap para desainer Bali mampu menjadi pencipta tren dengan menghasilkan busana modern tanpa meninggalkan identitas budaya daerah.
Ia juga mengingatkan pentingnya melindungi kain tenun tradisional Bali dari peniruan motif. Kain endek Bali, kata dia, telah memperoleh pengakuan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal, sedangkan kain gringsing Tenganan memiliki sertifikat Indikasi Geografis.
โPerlindungan terhadap wastra tradisional adalah bentuk penghormatan kepada para perajin sekaligus investasi bagi masa depan budaya Bali,โ ujar Putri Koster. (AA)





