๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ โ Gubernur Bali Wayan Koster meminta Dewan Pengurus Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Bali mendukung percepatan pencapaian kedaulatan pangan di Pulau Dewata.
Permintaan itu disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri pelantikan Made Muliawan Arya atau De Gadjah sebagai Ketua DPD HKTI Bali periode 2026โ2031 di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (10/7/2026).
De Gadjah bersama jajaran pengurus DPD HKTI Bali dilantik oleh Ketua Dewan Pengurus Nasional HKTI sekaligus Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono.
Gubernur Koster mengatakan, sektor pertanian Bali secara umum berkembang cukup baik. Produksi sejumlah komoditas bahkan dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
โPerhitungan kami, produksi kita mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Bali. Bahkan beberapa di antaranya surplus, seperti beras, jagung, bawang merah, dan cabai,โ kata Gubernur Koster.
Namun, Bali masih mengalami kekurangan produksi bawang putih sehingga harus mengandalkan pasokan dari luar, termasuk produk impor. Menurut Gubernur Koster, masyarakat cenderung memilih bawang putih impor karena harganya lebih murah dibandingkan produk petani lokal.
Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan pun mendorong perluasan lahan tanam bawang putih di Bangli, Jembrana, dan Karangasem.
โKalau produksinya sudah cukup, kita bisa hentikan impor,โ ujarnya.
Gubernur Koster menyebut sektor pertanian menyumbang sekitar 14 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Bali. Karena itu, pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas pertanian dari sektor hulu hingga hilir.
Pemprov Bali juga memprioritaskan pengembangan pertanian organik, terutama pada lahan persawahan. Gubernur Koster menyebut sekitar 60 persen lahan yang dikembangkan dalam program tersebut telah mengantongi sertifikat organik.
Kebijakan itu merupakan bagian dari penerapan Peraturan Daerah Bali Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik. Selain meningkatkan nilai ekonomi produk petani, pertanian organik dinilai penting untuk menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati.
Gubernur Koster mengatakan, minat petani terhadap pertanian organik terus meningkat. Namun, kondisi tersebut diikuti kekurangan pasokan pupuk cair. Ia pun berharap pemerintah pusat menambah kuota pupuk cair untuk Bali.
Sudaryono menyatakan siap mendukung program Pemprov Bali, termasuk terkait penambahan kuota pupuk. Ia juga meminta HKTI menjadi penghubung antara petani dan pemerintah.
โHKTI harus bisa menjembatani kebutuhan petani kita. Saya berharap tidak ada lagi petani yang hidupnya tidak baik dan tidak ada lagi produk pertanian yang dibeli dengan harga rendah,โ kata Sudaryono.
Sementara itu, De Gadjah menyatakan kepengurusan HKTI merupakan amanah untuk memperjuangkan kesejahteraan petani.
โDengan dukungan Bapak Gubernur, kita berkolaborasi untuk kepentingan para petani Bali,โ ujarnya. (AA)





