๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ โ Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan secara simbolis bantuan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari The St. Regis Bali Resort kepada sejumlah kelompok seni, masyarakat adat, dan pengempon pura di Bali.
Penyerahan bantuan berlangsung di Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (1/10/2026). Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung keberlangsungan kegiatan adat, pelestarian seni tradisi, serta kebudayaan Bali, khususnya di sejumlah wilayah di Kabupaten Buleleng.
Nilai bantuan yang disalurkan bervariasi, mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 350 juta, menyesuaikan kebutuhan dan peruntukan masing-masing penerima.
Sejumlah penerima bantuan tersebut antara lain Banjar Adat Bukit Seni, Desa Sembiran, Buleleng; Sekehe Angklung Genta Kencana, Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu; dan Sekaa Baris Buleleng, Desa Adat Pacung, Kecamatan Tejakula.
Bantuan juga diberikan kepada Sekaa Teruna Semeton Dukuh Kauh, Desa Sembiran; kelompok pengadaan seragam Karang Wreda Samirana Santhi, Desa Sembiran; serta Sekaa Gambuh Desa Adat Pacung.
Selain itu, Pengempon Pura Merajan Bengkel Buleleng Bendesa Mas di Desa Bengkel juga menjadi salah satu penerima bantuan. Dana CSR tersebut diharapkan dapat digunakan untuk menunjang berbagai kebutuhan kegiatan adat, seni, maupun upaya pelestarian budaya di masing-masing wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, Koster menyampaikan apresiasi kepada The St. Regis Bali Resort atas dukungan yang diberikan kepada kelompok seni dan masyarakat adat. Menurut beliau, keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keberlanjutan kebudayaan Bali.
โTerima kasih atas CSR dari St Regis untuk melestarikan budaya Bali dan seni tradisi. Gunakan dengan baik dan bertanggung jawab,โ ujar Koster.
Koster mengingatkan para penerima agar bantuan tersebut benar-benar digunakan sesuai peruntukannya sehingga memberikan manfaat nyata bagi keberlangsungan aktivitas adat dan seni tradisi.
Menurut beliau, Bali memiliki kekayaan adat, seni, dan budaya yang menjadi karakter sekaligus kekuatan daerah. Karena itu, warisan tersebut perlu dijaga secara bersama-sama agar tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
โBali hanya punya adat dan seni budaya yang unik. Kita harus melestarikan semuanya,โ kata Koster.
Koster kembali menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan The St. Regis Bali Resort. Kolaborasi antara dunia usaha dengan masyarakat dinilai dapat membantu memperkuat keberadaan kelompok-kelompok seni tradisi hingga di tingkat desa.
Direktur Marketing dan Komunikasi St Regis, Clarissa Claudia, mengatakan penyaluran CSR tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Bali.
Menurut Clarissa, St Regis berupaya mengambil bagian dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Bali. Dukungan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi perusahaan terhadap masyarakat dan kebudayaan lokal.
Komitmen The St. Regis Bali Resort terhadap masyarakat lokal dan budaya juga sejalan dengan program keberlanjutan resor yang mencakup dukungan kepada komunitas serta penghormatan terhadap kebudayaan dan tradisi setempat.
Clarissa menyebut program CSR tersebut juga mendukung upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga dan melestarikan adat, seni, serta budaya Bali.
Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi. Dukungan langsung kepada sekaa, kelompok masyarakat, dan pengempon pura diharapkan membuat pelestarian budaya tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi dapat dirasakan hingga tingkat komunitas dan desa adat.
Editor: ๐๐ป๐๐ด๐ฟ๐ฎ๐ต ๐๐ฟ๐ถ๐ณ๐ฎ๐ป๐๐ผ




