Balipustakanews.com, Denpasar – Matahari sore belum benar-benar tergelincir di ufuk barat The Trans Resort Bali, Sabtu, 24 Januari 2026. Namun, kesibukan di salah satu hotel mewah di jantung kawasan Kerobokan itu sudah terasa sejak siang. Di sana, sebuah hajatan politik penting tengah dipersiapkan: pelantikan pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) se-Bali.
Bukan sekadar seremonial rutin. Agenda yang dijadwalkan pukul 16.00 Wita ini menjadi panggung pembuktian bagi Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. Putra bungsu Presiden Jokowi ini dijadwalkan hadir langsung, membawa misi konsolidasi yang tak main-main.
Ada wajah baru pada tubuh partai yang selama ini lekat dengan jargon “partai anak muda” itu. Di Bali, PSI tengah bersalin rupa. Daftar nama pengurus yang akan dilantik tak lagi didominasi oleh anak-anak muda “bau kencur” yang baru belajar politik. Sebaliknya, barisan ini kini disesaki oleh politikus senior, bekas ketua partai, hingga mantan pejabat eksekutif yang kenyang asam garam birokrasi.
Tengok saja komposisi di pucuk pimpinan. I Wayan Suyasa didapuk sebagai Ketua DPW PSI Bali periode 2025–2030. Di Kabupaten Tabanan—wilayah yang dikenal sebagai basis tradisional kaum nasionalis—PSI memasang I Made Edi Wirawan, mantan Wakil Bupati Tabanan, sebagai ketua.
“Perpaduan pengalaman, jejaring, dan strategi para tokoh senior dengan semangat inovatif generasi muda diharapkan mampu memperkuat daya saing partai,” kata Wayan Suyasa.
Suyasa tak menutupi ambisinya. Bagi dia, masuknya gerbong politikus senior ini adalah upaya menaikkan kelas PSI. “PSI bukan lagi sekadar partai pelengkap,” ujarnya menegaskan. Ia bertekad mengawinkan pengalaman lapangan para senior dengan kreativitas kader muda untuk mendongkrak suara di seluruh kabupaten/kota.
Sebelum pelantikan, mesin partai lebih dulu dipanaskan lewat Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil). Ketua Panitia, Komang Suarsana, menyebut agenda ini sebagai upaya menyamakan frekuensi dari tingkat provinsi hingga kecamatan.
“Bergabungnya tokoh-tokoh senior ke dalam rumah besar PSI ini adalah bukti bahwa partai ini semakin dipercaya,” kata Komang, yang juga menjabat Bendahara DPW. “Kami siap menyambut Ketum dan menunjukkan bahwa PSI Bali kini jauh lebih kuat dan siap bertarung.”
Gerbong baru PSI Bali ini memang terlihat gemuk dan merata. Mendampingi Suyasa di level provinsi, ada Cok Gede Ngurah Dwi Satria W sebagai Sekretaris. Sementara di tingkat daerah, formasi tempur juga telah disiapkan.
Di Denpasar, komando dipegang Made Oka Cahyadi Wiguna. Badung dipimpin I Putu Alit Yandinata. Bergerak ke utara, Buleleng dinahkodai I Dewa Gede Jaya Rahardi. Di Gianyar, ada Dewa Made Suardinata. Sementara Bangli, Klungkung, Karangasem, dan Jembrana masing-masing dipimpin oleh I Gede Mangun, Nyoman Sukirta, I Ketut Badra, dan I Dewa Putu Oka Saputra.
Sore ini, di bawah lampu kristal The Trans Resort, Kaesang tak hanya akan melantik pengurus. Ia tengah merestui sebuah eksperimen politik di Pulau Dewata: kolaborasi lintas generasi untuk merebut ceruk suara yang kian ketat (red).





