𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿, 𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺 — Anggota DPRD Provinsi Bali, Putu Diah Pradnya Maharani, menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, anak muda perlu diberikan ruang untuk mengembangkan kreativitas, menunjukkan kemampuan, dan berani mengambil peran positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal tersebut disampaikan politisi muda PDI Perjuangan yang akrab disapa Gek Diah itu dalam wawancara terkait penyelenggaraan Banteng E-Sports Tournament yang digelar DPD PDI Perjuangan Bali bersama Banteng Muda Indonesia (BMI) Bali di Bagoes E-Sports Arena, Graha Yowana Suci, Denpasar, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan bertajuk Merah Muda Fest: Menyongsong 100 Tahun Sumpah Pemuda tersebut mengusung tema “Merah Berani, Muda Beraksi”, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026.
Gek Diah, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Bali, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk menjaga semangat Sumpah Pemuda agar tetap hidup dan relevan dengan perkembangan generasi saat ini.
“Kami ingin semangat Sumpah Pemuda terus hidup dan relevan dengan generasi sekarang,” ujar Gek Diah.
Menurut beliau, pemuda bukan sekadar penerus bangsa, melainkan generasi yang memiliki peran dalam menentukan arah pembangunan dan kehidupan berbangsa di masa mendatang.
“Anak muda punya peran besar dalam menentukan masa depan bangsa, dan salah satu caranya adalah dengan memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang, berkreasi, dan membangun semangat kebersamaan,” ungkapnya.
𝗘-𝗦𝗽𝗼𝗿𝘁𝘀 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗲𝗸𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗚𝗲𝗻 𝗭 𝗱𝗮𝗻 𝗚𝗲𝗻 𝗔𝗹𝗽𝗵𝗮
Gek Diah menjelaskan, pendekatan terhadap generasi muda tidak bisa dilepaskan dari perubahan zaman, terutama perkembangan teknologi digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurut beliau, Gen Z dan Gen Alpha memiliki karakteristik serta ketertarikan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Oleh sebab itu, kegiatan kepemudaan perlu dikemas secara kreatif agar lebih dekat dengan minat mereka.
“Generasi muda hari ini tumbuh berdampingan dengan teknologi digital. Karena itu, pendekatannya juga harus kreatif dan mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.
Salah satu pendekatan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan turnamen e-sports yang mempertandingkan tiga cabang permainan, yakni Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Free Fire, dan eFootball.
Turnamen yang diikuti 165 peserta ini berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 18.00 WITA, dengan total hadiah sekitar Rp6 juta, piala, dan piagam penghargaan.
Gek Diah berpandangan bahwa olahraga elektronik tidak seharusnya hanya dilihat sebagai aktivitas bermain gim atau hiburan semata.
“E-sports menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan dengan Gen Z dan Gen Alpha melalui minat mereka, sekaligus menunjukkan bahwa dunia digital bukan hanya soal hiburan, tetapi juga bisa menjadi ruang untuk belajar sportivitas, kerja sama, dan kompetisi yang sehat,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, beliau berharap generasi muda dapat memahami bahwa perkembangan teknologi juga membuka kesempatan untuk mengasah keterampilan dan membangun karakter melalui kompetisi yang positif.
𝗔𝗻𝗮𝗸 𝗠𝘂𝗱𝗮 𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗣𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗜𝗱𝗲, 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽𝗶 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗕𝗲𝗿𝗮𝗻𝗶 𝗕𝗲𝗿𝗮𝗸𝘀𝗶
Lebih lanjut, Gek Diah menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan kepemudaan tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta maupun hasil pertandingan.
Menurut beliau, hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana pengalaman selama mengikuti kompetisi dapat memberikan manfaat bagi perkembangan diri peserta.
“Harapannya, peserta bisa membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman bertanding, tetapi juga semangat untuk terus berkembang dan berani mengambil peran positif di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Gek Diah juga mengajak generasi muda Bali untuk memiliki keberanian dalam mewujudkan gagasan dan potensi yang dimiliki menjadi tindakan nyata.
“Sesuai jargon ‘Merah Berani, Muda Beraksi,’ kami ingin anak muda tidak hanya punya ide dan potensi, tetapi juga berani bergerak dan mewujudkannya menjadi aksi nyata bagi bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, pembukaan Banteng E-Sports Tournament dihadiri sekitar 200 orang, terdiri dari peserta, panitia, pengurus PDI Perjuangan, pengurus BMI Bali, serta masyarakat umum.
Kegiatan dibuka oleh Gek Diah bersama Ketua DPD BMI Bali, Pande Agus Permana Widura.
Melalui turnamen ini, PDI Perjuangan dan BMI Bali berupaya menghadirkan kegiatan kepemudaan yang selaras dengan perkembangan zaman sekaligus menyongsong satu abad Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2028.
Editor: Anugrah Arifanto




