Balipustakanews.com, Denpasar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali mengonfirmasi dua kasus positif Super Flu di Bali. Kedua kasus tersebut terdeteksi setelah pasien dirawat di rumah sakit sentinel yang ditunjuk untuk penanganan surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, menjelaskan bahwa influenza merupakan salah satu penyakit yang menjadi perhatian khusus dalam sistem surveilans kesehatan.
“Kasus-kasus influenza yang masuk ke rumah sakit dengan gejala demam, rata-rata meliputi demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan,” kata dr. Raka saat ditemui, Selasa (13/1).
Ia menuturkan, pasien dengan gejala tersebut yang dirawat di rumah sakit sentinel biasanya akan dilakukan pengambilan spesimen untuk selanjutnya dikirim ke Laboratorium Rujukan Nasional. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium membutuhkan waktu cukup lama karena tingginya jumlah sampel dari seluruh Indonesia.
“Hasilnya memang cukup lama karena sampelnya datang dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Terkait temuan dua kasus Super Flu di Bali, dr. Raka menyebut Dinkes Bali baru menerima hasil laboratorium yang menyatakan keduanya positif.
Setelah ditelusuri, kedua pasien tersebut ternyata dirawat pada Oktober 2025 lalu dan kini telah sembuh.
“Kami sudah lakukan penyelidikan epidemiologi, sudah kami hubungi pasiennya, dan mereka sudah sembuh serta kembali beraktivitas seperti biasa. Di lingkungan sekitarnya juga tidak ditemukan keluhan serupa,” jelasnya.
Kedua pasien diketahui dirawat di salah satu RSUD yang berstatus sebagai rumah sakit sentinel ILI dan SARI, dengan titik sentinel berada di salah satu puskesmas di Kota Denpasar. Keduanya juga tercatat tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.
Menurut dr. Raka, kedua pasien mengalami gejala influenza disertai sesak napas atau radang paru, sehingga dilakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan Super Flu dilakukan dengan prosedur yang sama seperti perawatan pasien Covid-19 maupun influenza lainnya, yakni pemberian terapi medis dan penempatan di ruang isolasi khusus.
“Super Flu ini merupakan influenza tipe A yang memang sudah ada, sehingga statusnya bukan kejadian luar biasa, berbeda dengan Covid-19 yang merupakan virus baru,” tegasnya.
Selain dua pasien tersebut, Dinkes Bali juga telah melakukan pemeriksaan terhadap lima pasien lain pada November 2025, dengan hasil seluruhnya negatif Super Flu. Kedua pasien positif pun tidak memiliki hubungan keluarga dan berada pada usia produktif, yakni 40–50 tahun, serta berjenis kelamin laki-laki.
“Ada kemungkinan dipengaruhi penyakit bawaan. Super Flu ini memang diwaspadai pada kelompok dengan komorbid, seperti anak-anak dan lansia, meski dua kasus ini terjadi pada usia produktif,” kata dr. Raka.
Ke depan, Dinkes Bali akan memperkuat sistem surveilans hingga tingkat puskesmas dengan meningkatkan kewaspadaan dan respons dini.
Masyarakat juga diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti istirahat cukup, memperbanyak minum air putih, berolahraga rutin, serta menjaga pola makan seimbang.
“Jika sudah merasa tidak enak badan, tetap gunakan masker dan segera ke fasilitas kesehatan agar bisa dilakukan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat,” pungkasnya (red).







