๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ – Desakan agar Kejaksaan Agung mengusut tuntas dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis atau MBG terus menguat.
Politisi muda asal Bali, Muhamad Shalahuddin Jamil atau Bro Shalah, meminta penyidik Kejaksaan Agung tidak hanya menyasar pelaku di tingkat lapangan. Ia mendorong aparat penegak hukum mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
Desakan itu disampaikan setelah mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN, Sony Sonjaya, menyatakan siap menjadi justice collaborator dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program MBG.
Melalui kuasa hukumnya, Sony disebut memiliki informasi mengenai sejumlah pihak yang diduga mengetahui atau terlibat dalam proses pelaksanaan Program MBG. Salah satu informasi yang mencuat adalah dugaan adanya 26 nama dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur eksekutif, legislatif, hingga pihak berpengaruh dalam pengambilan keputusan program.
โKalau memang ada 26 nama yang disebut mengetahui atau terlibat dalam dugaan praktik korupsi Program MBG, maka Kejaksaan Agung harus membongkarnya secara tuntas,โ ujar Bro Shalah di Denpasar, Selasa (9/6/2026).
โJangan sampai publik hanya melihat pelaku di permukaan, sementara aktor-aktor besar yang diduga berada di belakang layar justru tidak tersentuh proses hukum,โ lanjutnya.
Bro Shalah menilai pengajuan status justice collaborator oleh Sony Sonjaya harus menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk menelusuri alur perkara secara menyeluruh. Menurut dia, informasi mengenai dugaan pembagian titik dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perlu diuji secara serius oleh penyidik.
Ia juga menyoroti dugaan keberadaan data digital terkait penentuan titik SPPG. Data tersebut dinilai penting untuk menjelaskan siapa saja pihak yang memperoleh, menguasai, atau diduga mengambil keuntungan dari titik pelaksanaan Program MBG.
โClue atau petunjuk yang sudah diungkapkan Sony adalah pintu masuk untuk membongkar dugaan korupsi yang terstruktur di BGN. Kalau Sony sudah berani menyebut ada 26 nama, maka tugas penyidik adalah menelusuri satu per satu tanpa pandang bulu,โ kata Bro Shalah.
Menurutnya, perkara ini menyangkut uang rakyat dan program strategis pemerintah yang seharusnya ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak.
โIni menyangkut uang rakyat dan program yang seharusnya ditujukan untuk kepentingan masyarakat,โ ujarnya.
Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus atau Jampidsus masih mendalami dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program MBG. Salah satu perkara yang menjadi perhatian adalah dugaan praktik jual beli titik dapur atau SPPG.
Sebelumnya, Sony Sonjaya disebut siap bekerja sama dengan penyidik untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat dalam tata kelola Program MBG. Kuasa hukum Sony juga menyebut terdapat lebih dari 20 nama yang akan dibuka dalam proses pemeriksaan lanjutan.
Dalam perkembangan perkara tersebut, Kejaksaan Agung telah menetapkan Sony Sonjaya, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, dan mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung sebagai tersangka. Ketiganya diduga terkait intervensi dalam proses verifikasi mitra BGN, afiliasi dengan sejumlah SPPG, serta dugaan penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa.
Bro Shalah mengatakan, proses hukum yang transparan penting untuk menjaga kepercayaan publik. Ia menilai Program MBG memiliki manfaat besar, tetapi tata kelolanya harus bersih, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.
Selain meminta pengusutan kasus MBG dilakukan secara menyeluruh, Bro Shalah juga mendorong pemerintah tetap memperhatikan kondisi sarana dan prasarana pendidikan di daerah.
Menurutnya, peningkatan gizi anak harus berjalan beriringan dengan perbaikan fasilitas sekolah. Program MBG, kata dia, tidak boleh membuat pemerintah abai terhadap persoalan ruang kelas rusak, keterbatasan fasilitas belajar, dan ketimpangan kualitas pendidikan.
โSaya mendukung Program Makan Bergizi Gratis karena manfaatnya sangat besar bagi anak-anak Indonesia. Tetapi kita juga harus jujur melihat bahwa masih banyak sekolah yang membutuhkan perhatian serius,โ kata Bro Shalah.
โJangan sampai kita hanya fokus pada program makan bergizi, sementara ruang kelas rusak, fasilitas pendidikan terbatas, dan kualitas pembelajaran belum merata,โ ujarnya.
Program MBG sendiri merupakan program pemenuhan gizi yang menyasar peserta didik, anak usia di bawah lima tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui. BGN menyebut program ini diarahkan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Kementerian Keuangan sebelumnya menyebut Program MBG resmi dimulai pada 6 Januari 2025 dan diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan gizi, sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan. (AA)





