Balipustakanews.com, Denpasar – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar menemukan jajanan asal Korea Selatan, Latiao, yang tidak memiliki izin edar di Indonesia. Jajanan ini ditemukan di salah satu stan makanan Pesta Kesenian Bali (PKB) di Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar.
“Ini makanan vegetarian, tetapi bentuknya mirip daging sapi,” kata Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM Denpasar, Ni Putu Ekayani, di Art Center, Denpasar, Senin (8/7).
Ekayani menjelaskan bahwa BPOM belum melakukan registrasi untuk pendaftaran makanan asal Korea Selatan ini. Saat memeriksa labelnya, tidak ditemukan data mengenai Latiao. “Kemungkinan ada manipulasi dari pihak tertentu, belum diperiksa lebih detail. Labelnya harus ada dalam bahasa Indonesia dan jenis pangan harus jelas. Sementara labelnya berbahasa asing,” jelasnya.
Oleh karena itu, Ekayani mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat membeli makanan di PKB.
Selain itu, BPOM Denpasar juga menemukan jajanan ciki ngebul, yang menggunakan gas nitrogen untuk memberikan sensasi asap saat dikonsumsi. Ekayani mengatakan jajanan ini dilarang karena dapat merusak organ pencernaan, terutama pada anak-anak.
“Masih ada yang menjual tadi, tetapi sudah diturunkan dan akan diawasi setiap hari agar tidak dijual lagi,” kata Ekayani. Penjual mengklaim tidak mengetahui bahaya jajanan ini saat dikonfirmasi oleh BPOM Denpasar. BPOM Denpasar akan memanggil penjual untuk diberikan edukasi.
BPOM bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah memberikan sampel 12 makanan. Ekayani memastikan bahwa dari uji sampel tidak ditemukan makanan yang mengandung boraks, formalin, atau bahan berbahaya lainnya.
Sekretaris Dinas Koperasi UKM Provinsi Bali, I Ketut Meniarta, mengatakan akan meningkatkan pengawasan untuk pelaku UMKM setelah temuan dua jenis jajanan ini. Menurutnya, UMKM harus memprioritaskan keselamatan masyarakat dalam konsumsi produk mereka. “Kami menekankan agar UMKM tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperhatikan keamanan makanannya,” tuturnya. (PR/DTK)
Discussion about this post