• Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Thursday, October 15, 2026
Balipustakanews
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
Balipustakanews
Home News Nasional

Hari Agraria Nasional, Berikut Fakta Sejarah Pertanian Di Indonesia Yang Wajib Kalian Ketahui

Tim Redaksi by Tim Redaksi
September 24, 2021
in Nasional
Hari Agraria Nasional, Berikut Fakta Sejarah Pertanian Di Indonesia Yang Wajib Kalian Ketahui
Share Share Share

BALIPUSTAKANEWS – Pada 24 september , Indonesia khususnya para petani merayakan Hari Agraria Nasional. Penetepan ini diterbitkan Undang-undang Pokok Agraria No 5 Tahun 1960.

Lantas, bagaimana sejarah pertanian di Indonesia dari zaman dahulu  hingga sekarang? Apakah komoditi yang ditanam mengalami perubahan dari tahun ke tahun? Ketahui jawabannya lewat artikel berikut ini!

1. Konon, padi sudah ditanam sejak 3000 tahun sebelum masehi

Nasi adalah makanan pokok bagi orang Indonesia. Rupanya, padi sudah ditanam sejak 3000 tahun sebelum masehi! Bukti penanaman padi ini ditemukan di Pulau Sulawesi. Selama ribuan tahun, beras menjadi makanan pokok bagi masyarakat Indonesia, ungkap Jean Gelman Taylor dalam buku berjudul Indonesia: Peoples and Histories.

Bahkan, saking pentingnya padi bagi masyarakat Indonesia, penghormatan diberikan pada Dewi Sri, dewi padi yang dipercayai oleh orang Jawa Kuno dan Bali. Selain itu, bukan hanya menanam padi, masyarakat Indonesia di masa lampau juga menanam kelapa, aren, umbi-umbian, talas, bawang merah hingga buah-buahan tropis.

2. Bukti-bukti pun ditemukan pada relief di dinding candi

Untuk melihat seberapa penting pertanian bagi masyarakat Indonesia, bisa dilihat dari relief di dinding candi. Seperti di Candi Borobudur dan Candi Prambanan, di mana terdapat relief yang menggambarkan kegiatan pertanian. Ada pula prasasti batu yang menggambarkan raja yang meletakkan retribusi pada beras.

Ada pula relief di Candi Borobudur yang menggambarkan produk pertanian lain, seperti pisang, tebu, durian, manggis, kelapa, nangka dan apel Jawa. Hal ini dituturkan oleh Ary Sulistyo yang menulis publikasi berjudul “Ekologi Manusia dan Lansekap Desa di Indonesia” pada 2 April 2014 silam. Tulisan ini dipublikasikan di situs Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia.

3. Rempah-rempah Indonesia mulai diincar bangsa

Seperti yang kita ketahui, Indonesia adalah negara penghasil rempah-rempah. Bangsa Eropa mengetahui adanya rempah-rempah di Indonesia dan mendorong mereka untuk datang kemari. Yang paling dicari adalah pala, rempah asli Kepulauan Banda, Maluku serta cengkeh, rempah yang ditemukan di Maluku Utara.

Di abad ke-16, Portugis adalah bangsa Eropa yang pertama datang. Lalu, bangsa Eropa memonopoli perdagangan rempah-rempah seperti pala dan lada lewat VOC di abad ke-17. Lonjakan permintaan rempah-rempah yang tinggi ini membuat bangsa asing berbondong-bondong mendatangi Indonesia.

4. Belanda mulai melakukan sistem tanam paksa

VOC dinyatakan bangkrut pada pergantian abad ke-19. Dengan segera, Belanda membuat Indonesia sebagai negara jajahan bernama Hindia Belanda. Secara resmi, ini ditandai sebagai periode kolonial Belanda. Pemerintah Belanda menerapkan cultuurstelsel yang mengharuskan sebagian lahan produksi pertanian dibuat untuk ekspor tanaman.

ArtikelTerhubung

Gubernur Koster Raih Penghargaan KPK, Tegaskan Pendidikan Antikorupsi Harus Dimulai Sejak Dini

Gubernur Koster Raih Penghargaan KPK, Tegaskan Pendidikan Antikorupsi Harus Dimulai Sejak Dini

October 6, 2026
Gubernur Koster Apresiasi Pembangunan PPN Pengambengan, Dorong Kesejahteraan Nelayan Bali

Gubernur Koster Apresiasi Pembangunan PPN Pengambengan, Dorong Kesejahteraan Nelayan Bali

September 29, 2026

Periode cultuurstelsel ini berlangsung antara tahun 1830 hingga 1870. Sistem ini sebagian besar diberlakukan di Pulau Jawa dan sisanya di wilayah lain. Tanaman komoditas untuk tanam paksa adalah tembakau, tebu, teh, kopi, kelapa sawit, kina dan karet. Tentu saja, yang dirugikan adalah rakyat Indonesia, sementara Belanda memperoleh keuntungan.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Nasional
ShareSendTweet
Next Post
Wajib Kalian Datangi, Berikut Danau-Danau Cantik Di Bali

Wajib Kalian Datangi, Berikut Danau-Danau Cantik Di Bali

Discussion about this post

Antrean BBM di Bali Belum Sepenuhnya Terurai, Gubernur Koster Kembali Datangi Depo Pertamina
Bali

Antrean BBM di Bali Belum Sepenuhnya Terurai, Gubernur Koster Kembali Datangi Depo Pertamina

by Tim Redaksi
October 15, 2026
0

𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿, 𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺 — Gubernur Bali Wayan Koster kembali meninjau Depo Pertamina Pesanggaran, Denpasar Selatan, Kamis (15/10/2026) siang. Kunjungan tersebut dilakukan...

Read more
Atasi Antrean BBM di Bali, Gubernur Koster Gandeng Kapolda Percepat Pasokan ke SPBU
Bali

Atasi Antrean BBM di Bali, Gubernur Koster Gandeng Kapolda Percepat Pasokan ke SPBU

October 15, 2026
Gubernur Koster Berlakukan WFH dan Sekolah Daring di Bali Selama 3 Hari untuk Atasi Antrean BBM
Bali

Gubernur Koster Berlakukan WFH dan Sekolah Daring di Bali Selama 3 Hari untuk Atasi Antrean BBM

October 14, 2026
Balipustakanews

Berita Online Bali Terkini & Terpercaya Berita Ekonomi, Bisnis, Wisata, Budaya Bali, Politik, Teknologi, Hukum, Kriminal, Pendidikan di Bali, Nasional & Dunia

Follow Us

Kategori Berita

  • Apps
  • Arak Bali
  • Automotive
  • Badung
  • Bahan Pokok
  • Bali
  • Bangli
  • Bawaslu badung
  • Bisnis
  • Buleleng
  • COK ACE
  • Covid 19
  • Denpasar
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Fashion
  • FIFA-U20
  • Film
  • Gadget
  • Gaming
  • Gianyar
  • Gubernur Bali
  • Hari Pahlawan
  • Health
  • Health
  • Hiburan
  • Hukrim
  • I Gusti Ngurah Rai
  • Investasi dan Perekonomian Bali
  • Jakarta
  • Jembrana
  • Jepang
  • Karangasem
  • Kawasan Pura Besakih
  • KBLBB
  • KDRT
  • Kebakaran TPA
  • Kios Pedagang
  • Klungkung
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Liga Kampung
  • Mangupura
  • Margarana
  • Medan
  • Musik
  • Nasional
  • News
  • Ngayah
  • Ny putri koster
  • Opini
  • Pahlawan
  • Paritrana Award 2023
  • Pemilu
  • Pemilu 2024
  • Pemprov Bali
  • Penanganan Sampah
  • Pendidikan
  • Pengolahan Sampah
  • Perda Provinsi Bali
  • Perkemahan Pramuka
  • Perlindungan Anak
  • Pilpres 2024
  • Pj Gubernur Bali
  • Politik
  • Posyandu
  • Pramuka
  • Presiden RI
  • Program Pengelolaan sampah berbasis sumber
  • Pulau Samosir
  • Pura Agung Besakih
  • Review
  • Seksologi
  • Seni & Budaya
  • senimam
  • SP4M-LAPOR
  • Sports
  • Startup
  • Stunting
  • Tabanan
  • Teknologi
  • TP PKK
  • Travel
  • U – 20
  • UMKM
  • Warisan Leluhur
  • World
  • Zodiak

Berita Terbaru

Antrean BBM di Bali Belum Sepenuhnya Terurai, Gubernur Koster Kembali Datangi Depo Pertamina

Antrean BBM di Bali Belum Sepenuhnya Terurai, Gubernur Koster Kembali Datangi Depo Pertamina

October 15, 2026
Atasi Antrean BBM di Bali, Gubernur Koster Gandeng Kapolda Percepat Pasokan ke SPBU

Atasi Antrean BBM di Bali, Gubernur Koster Gandeng Kapolda Percepat Pasokan ke SPBU

October 15, 2026
Gubernur Koster Berlakukan WFH dan Sekolah Daring di Bali Selama 3 Hari untuk Atasi Antrean BBM

Gubernur Koster Berlakukan WFH dan Sekolah Daring di Bali Selama 3 Hari untuk Atasi Antrean BBM

October 14, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya