๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ โ Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali menyepakati langkah sinkronisasi pembangunan wilayah yang berfokus pada penguatan infrastruktur dan kelestarian lingkungan. Komitmen ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali yang digelar di Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7/2026).
Rakor dipimpin langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pertemuan ini menjadi krusial untuk menyelaraskan program pemerintah pusat dengan kebutuhan daerah, terutama dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata yang menjadi nadi perekonomian Pulau Dewata.
Dalam paparannya, Gubernur Koster membeberkan kinerja positif pariwisata Bali sepanjang 2025. Total kunjungan wisatawan menembus angka 16,3 juta orang, terdiri dari 7 juta wisatawan mancanegara dan 9,3 juta wisatawan domestik. Jumlah ini nyaris empat kali lipat dari total penduduk Bali yang hanya 4,5 juta jiwa. Perputaran ekonomi dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp176 triliun.
โIni menunjukkan tingginya mobilitas dan aktivitas di Bali. Namun di balik capaian itu, ada tantangan serius yang harus segera kita jawab bersama,โ ujar Koster.
Tantangan itu meliputi alih fungsi lahan, krisis air bersih, peningkatan volume sampah, kemacetan, hingga gangguan keamanan dan pelanggaran hukum oleh wisatawan asing. Untuk itu, strategi pembangunan tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri.
Menanggapi hal tersebut, Menko AHY menegaskan bahwa penanganan Bali memerlukan ekosistem perencanaan yang terpadu. Pemerintah pusat menugaskan sejumlah kementerian untuk menangani isu spesifik, mulai dari pengelolaan sampah, perlindungan lahan pangan, hingga pengembangan moda transportasi massal.
โPeningkatan kapasitas infrastruktur menjadi kunci menjaga daya saing. Kita harus bergerak dengan satu visi, satu rencana, dan satu eksekusi. Perbedaan pandangan harus konstruktif demi hasil terbaik bagi masyarakat Bali,โ tegas AHY.
Beberapa proyek strategis yang didorong dalam rakor ini antara lain pembangunan jalur logistik laut terintegrasi, studi kelayakan water taxi untuk mengurai kemacetan di Bali Selatan, serta pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan berbasis budaya.
Rakor ini turut dihadiri oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta jajaran kementerian terkait. Pemerintah sepakat untuk melakukan evaluasi berkala guna memastikan seluruh program pembangunan berjalan on track demi mewujudkan pariwisata Bali yang berkelanjutan. (AA)





