๐๐๐น๐ฒ๐น๐ฒ๐ป๐ด – Tokoh seni dan budaya asal Buleleng, Bali, Dr. Jero Pande Made Suardana, B.A., S.Pd., M.Si., menerima penobatan dan penyematan Lencana Emas Supranatural Gerbang Nusantara dari Yayasan Pasopati Cakra Nusantara Cahaya yang berpusat di Surabaya.
Penyematan lencana tersebut menjadi momen yang berkesan bagi Jero Pande Made Suardana. Ia mengaku tidak pernah merasa diri sebagai sosok yang memiliki kemampuan supranatural.
Menurutnya, aktivitas yang selama ini ia jalankan lebih banyak berkaitan dengan seni, spiritualitas, dan doa dalam setiap pementasan tari sakral maupun tari tradisional Bali.
โSaya tidak merasa sebenarnya sudah termasuk supranatural. Bagi saya, menampilkan tarian sakral Topeng Dalem Sidakarya, Barong Rangda, dan tarian lainnya, walaupun tidak disakralkan, tetap saya awali dengan doa agar tarian yang saya pentaskan terkoneksi dan mendapat anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa,โ kata Jero Pande Made Suardana dalam wawancara dengan reporter Kadek Ariawan di Buleleng, Bali (02/06/2026).
Ia mengaku baru memahami bahwa laku seni dan spiritual yang selama ini dijalankannya mendapat penilaian khusus setelah menerima Lencana Emas Supranatural Gerbang Nusantara.
โTernyata setelah ada penobatan penyematan Lencana Emas Supranatural Gerbang Nusantara, saya baru tahu yang saya lakoni ternyata begitu. Rasanya terharu bisa bertemu dengan saudara-saudara pelaku senior dalam konteks supranatural,โ ujarnya.
Jero Pande Made Suardana menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Ia menyebut anugerah itu sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa melalui Yayasan Pasopati Cakra Nusantara Cahaya.
โSaya hanya bisa mengelus dada dan mengucap rasa syukur yang mendalam atas karunia dari Tuhan Yang Maha Esa lewat Yayasan Pasopati Cakra Nusantara Cahaya,โ ucapnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut membuatnya semakin berhati-hati dalam menjalankan kegiatan seni maupun spiritual ke depan.
Menurut dia, istilah supranatural kerap dipahami masyarakat sebagai bentuk kehebatan atau kemampuan khusus. Karena itu, ia merasa perlu menjaga sikap dan tidak gegabah dalam bertindak.
โKe depan saya akan jauh lebih berhati-hati setelah dianugerahi Lencana Emas Supranatural. Karena tanggapan kebanyakan orang, supranatural diartikan sebagai kehebatan. Maka saya akan berpikir seribu kali untuk melaksanakan kegiatan,โ tuturnya.
Ia juga berharap mendapat bimbingan dari para senior dan tetap diberikan perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Jero Pande Made Suardana menyadari bahwa penghargaan tersebut bisa saja memunculkan tantangan baru, termasuk penilaian dari masyarakat terhadap kemampuan supranatural yang disematkan kepadanya.
โMohon bimbingannya. Mungkin akan banyak cobaan dan diuji sejauh mana kemampuan supranaturalnya. Padahal saya merasa tidak memiliki kemampuan seperti itu,โ katanya.
Ia berharap tetap dijauhkan dari hal-hal negatif dan dari pihak-pihak yang tidak senang terhadap dirinya.
โSemoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan perlindungan dan menjauhkan saya dari hal negatif dari orang yang tidak senang,โ ujarnya.
Penobatan dan penyematan Lencana Emas Supranatural Gerbang Nusantara ini menjadi bentuk apresiasi terhadap perjalanan Jero Pande Made Suardana dalam menjalankan laku seni, budaya, dan spiritualitas Bali.
Reporter: Kadek Ariawan





