๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, mengajak seluruh kader Posyandu di dua kelurahan di Kota Denpasar untuk memperkuat integrasi lintas sektor dalam pengabdian kepada masyarakat. Ajakan ini disampaikannya dalam kegiatan Aksi Sosial bertajuk โMembina dan Berbagiโ yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Senin (4/5/2026).
Dalam arahannya, Ibu Putri Koster menegaskan bahwa kehadiran tim pembina tidak hanya membawa semangat, tetapi juga dukungan konkret dari berbagai perangkat daerah. Dukungan tersebut meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), hingga Dinas Pendidikan. Langkah ini dilakukan guna memastikan pelayanan Posyandu berjalan optimal dan menyentuh seluruh aspek kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan, cakupan layanan Posyandu kini telah berkembang dengan mengampu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Perluasan ini tidak lagi terbatas pada bidang kesehatan seperti sebelumnya.
โKondisi ini menuntut peningkatan kapasitas dan jumlah kader agar mampu menjawab tantangan pelayanan yang semakin luas,โ ujarnya.
Untuk mendukung peningkatan kapasitas tersebut, TP Posyandu Provinsi Bali berencana menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) sebanyak 16 angkatan pada tahun 2026. Setiap angkatan akan diikuti oleh 111 peserta dan dilaksanakan selama tiga hari dua malam di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Pemerintah Provinsi Bali.
โBimtek ini penting agar kader memahami tugas dan fungsi secara menyeluruh. Bagaimana bisa mengabdi dengan baik jika tidak memahami apa yang dikerjakan,โ tegasnya.
Lebih lanjut, Ibu Putri Koster menyampaikan bahwa program Posyandu diarahkan untuk mendukung visi dan misi Gubernur Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Salah satu fokusnya adalah isu lingkungan yang tengah menjadi perhatian publik, seperti pengelolaan sampah. Melalui kolaborasi dengan TP PKK, berbagai kegiatan inovatif digelar, mulai dari lomba kebersihan tingkat sekolah, lomba telajakan bersih, hingga gerakan kulkul PKK Posyandu untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Seluruh program tersebut diharapkan dapat dijalankan secara berjenjang dari tingkat provinsi hingga desa/kelurahan agar berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.
Sementara itu, Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar, Ibu Ayu Kristi Arya Wibawa, yang mewakili Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, menyatakan bahwa kegiatan ini menyasar 98 kader dari Kelurahan Pemecutan dan Peguyangan. Mereka bergerak di bidang layanan kesehatan dan pendidikan. Tercatat, Kelurahan Pemecutan memiliki 14 kelompok Posyandu dan Peguyangan memiliki 13 kelompok yang telah melayani enam SPM. Secara keseluruhan, Kota Denpasar memiliki 459 kelompok Posyandu dengan jumlah total kader mencapai 4.011 orang.
โKami sebagai tim pembina di daerah akan terus bergerak bersama, memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan Posyandu era baru yang lebih adaptif, terpadu, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,โ ujarnya.
Pada kesempatan yang sama di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, TP Posyandu Provinsi Bali juga menyerahkan bantuan sembako. Bantuan tersebut berupa 30 kilogram beras, dua krat telur, dua kotak susu, serta majalah bina Posyandu kepada masing-masing kader yang berjumlah 78 orang.
Ibu Putri Koster menekankan bahwa keberhasilan Posyandu dinilai mampu mempercepat pelayanan dasar kepada masyarakat. Di bidang kesehatan, fokus pelayanan kini mencakup seluruh siklus hidup, termasuk deteksi dini terhadap berbagai gangguan kesehatan. Kader memiliki peran penting untuk merujuk masyarakat ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai seperti puskesmas atau rumah sakit.
Ia juga menginstruksikan agar setiap permasalahan yang ditemukan di lapangan wajib dicatat dan dilaporkan kepada pengurus TP Posyandu untuk ditentukan tindak lanjutnya. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa data yang dilaporkan harus benar-benar valid.
โData dan kondisi masyarakat yang dilaporkan harus jelas dan sesuai dengan keadaan di lapangan agar tidak menimbulkan pemborosan maupun ketidaksesuaian dalam penanganan,โ pungkasnya. (AA)





