𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, meninjau langsung kesiapan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Kader Posyandu se-Bali di UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Biaung, Denpasar, Selasa (3/3/2026).
Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana agar kegiatan pelatihan tersebut dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Dalam kunjungannya, Ibu Putri memfokuskan pengecekan pada kondisi gedung, ruang pelatihan, serta fasilitas pendukung lainnya. Rencananya, Bimtek tersebut akan digelar pada 10-12 Maret mendatang dan diikuti oleh para kader Posyandu dari seluruh kabupaten/kota di Bali.
Di sela-sela peninjauannya, Ibu Putri Koster menekankan pentingnya kerja sama dan integritas seluruh jajaran panitia serta pengelola fasilitas dalam menyukseskan acara tersebut.
“Bangunan ini boleh saja sudah lama, namun sebagai tuan rumah kita harus mampu memberikan pelayanan terbaik. Perhatikan hal-hal kecil, jaga kebersihan, rawat sarana dan prasarana, serta optimalkan aset yang ada agar benar-benar bermanfaat,” ujar Ibu Putri.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat dapat bekerja secara kompak dan profesional sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Ia juga mewanti-wanti agar panitia menghindari konflik internal yang dapat menghambat pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah, khususnya dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, sangat membutuhkan komitmen, kejujuran, dan semangat kebersamaan.

𝗞𝗲𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗳𝗮𝘀𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀
Dalam kesempatan yang sama, Kepala UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Sinta Javani, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan fisik dan teknis secara maksimal.
Sinta memastikan fasilitas di Bapelkes sangat memadai untuk mendukung kelancaran Bimtek selama tiga hari tersebut, mengingat tempat itu memiliki kapasitas tampung hingga 2.000 orang.
Sebagai informasi, Bimtek Bina Kader Posyandu ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas para kader dalam menjalankan tugas di desa dan kelurahan.
Fokus utamanya adalah menyosialisasikan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas).
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Bali berharap peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan dasar masyarakat dapat semakin diperkuat.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Nyoman Gede Anom, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, serta Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali Putu Anom Agustina (aa).





