Balipustakanews.com, Denpasar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dijadwalkan menyelenggarakan peringatan Hari Arak Bali ke-6 di The Westin Resort Nusa Dua-Bali International Convention Centre (BICC) pada Kamis (29/1). Acara ini rencananya akan melibatkan lebih dari 500 pemangku kepentingan (stakeholders) industri Arak dan Brem dari seluruh Bali.
Peringatan tahunan setiap tanggal 29 Januari ini tidak lepas dari peran sentral Gubernur Bali, Wayan Koster, yang menetapkan tanggal tersebut sebagai ‘Hari Arak Bali’. Tanggal ini dipilih untuk memperingati momentum diterbitkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.
Pergub yang diinisiasi Gubernur Koster tersebut menjadi tonggak sejarah yang mengubah status Arak Baliโdari sebelumnya dianggap ilegalโmenjadi produk legal yang dilindungi dan diberdayakan secara ekonomi. Visi Gubernur Koster kala itu adalah mengangkat kelas Arak Bali agar sejajar dengan minuman spirit dunia lainnya seperti Soju dari Korea atau Sake dari Jepang.
๐๐ฎ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ธ ๐๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ท๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ด๐ฎ๐น๐ถ๐๐ฎ๐๐ถ
Jelang perayaan ke-6 ini, dampak dari kebijakan tersebut mulai terlihat nyata. Asosiasi Trisning Arak Brem Bali melaporkan tren positif dalam pemasaran produk fermentasi lokal. Ketua 1 Asosiasi Trisning Arak Brem Bali, Ir. I Nyoman Juli Arsana, menyebut volume produksi dan penjualan arak Bali saat ini tergolong tinggi.
“Untuk produksi dan penjualan arak Bali per bulannya cukup banyak, yakni di atas 4.000 liter per bulan,” kata Juli, Rabu (28/1).
Juli menjelaskan, volume 4.000 liter tersebut telah terdistribusi ke berbagai sektor, mulai dari hotel, supermarket, hingga penjualan langsung melalui gerai duty free di bandara. Penjualan di bandara dinilai strategis karena menyasar langsung wisatawan mancanegara, sejalan dengan cita-cita Gubernur Koster agar arak menjadi suvenir kebanggaan Bali.
“Di duty free Airport langsung dibeli oleh orang asing dibawa ke luar negeri atau ke negara masing-masing,” imbuhnya.
๐ง๐ฎ๐ป๐๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐๐ธ๐๐ฝ๐ผ๐ฟ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฆ๐๐ฟ๐ฎ๐๐ฒ๐ด๐ถ ‘๐ข๐น๐ฒ๐ต-๐ผ๐น๐ฒ๐ต’
Meski penjualan domestik dan duty free berjalan lancar, Juli mengakui bahwa ekspor arak Bali dalam skala besar masih menghadapi kendala regulasi di negara tujuan.
“Makanya sampai saat ini, saya lihat secara garis besar ekspor arak kita belum maksimal,” ujarnya.
Kendati demikian, produk arak Bali tetap berhasil menembus pasar internasional melalui mekanisme ‘buah tangan’. Wisatawan asing yang berkunjung ke Bali kerap membeli arak legal dengan berbagai desain kemasan unik untuk dibawa pulang.
๐ฑ๐ด ๐ ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ ๐ฅ๐ฒ๐๐บ๐ถ ๐๐ฒ๐ฟ๐ถ๐๐ถ๐ป
Berkat payung hukum yang diperjuangkan oleh Gubernur Koster, kini tercatat sebanyak 58 merek arak Bali telah mengantongi legalitas resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Bea Cukai. Bahan baku arak legal ini dipasok oleh petani lokal, mayoritas berasal dari Kabupaten Singaraja dan Karangasem.
Proses legalisasi melibatkan alur yang ketat. Arak dari petani disetorkan ke koperasi, kemudian dibawa ke pabrik untuk diproses, sebelum akhirnya pihak pabrik membayarkan pita cukai. Arak Bali legal ini masuk dalam Golongan C dengan kadar alkohol 30-45 persen dan dikenakan cukai Rp101.000 per liter.
Melalui peringatan Hari Arak Bali, asosiasi berharap keberadaan minuman khas ini semakin eksis di kancah global, meneruskan semangat kemandirian ekonomi yang menjadi dasar penerbitan Pergub enam tahun silam.
“Kita berharap produk arak Bali benar-benar bisa mendunia. Perlahan-lahan, arak ini pasti akan dikenal dan dikonsumsi oleh orang asing,” pungkasnya (AA).





