Balipustakanews.com, Badung – Sejumlah warga dan pedagang di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kilogram atau yang dikenal dengan sebutan gas melon dalam beberapa hari terakhir.
Salah satu warga, Asita, bersama suaminya Dhani, bahkan terpaksa mencari gas hingga ke wilayah Denpasar.
“Semalam saya keliling cukup jauh, sampai ke daerah Monang Maning, Jalan Gunung Agung, dan Jalan Imam Bonjol, tapi tetap tidak ada gas,” ungkap Asita pada Rabu (16/07).
Asita, seorang ibu rumah tangga, mengaku sudah hampir satu minggu kesulitan memperoleh gas untuk kebutuhan memasak. Ia telah mencoba mencarinya di berbagai toko kelontong, toko besar, bahkan agen terdekat, namun semuanya kosong.
“Sudah saya datangi banyak tempat, tapi semuanya kehabisan. Sudah seminggu begini,” katanya.
Kalaupun gas tersedia, harganya jauh lebih mahal dari biasanya.
Keluhan serupa disampaikan Hanif, pemilik warung Madura di sekitar Desa Canggu, yang mengatakan kelangkaan gas melon sudah berlangsung sekitar dua minggu terakhir.
“Sudah dua minggu ini susah dapat,” ucapnya singkat.
Deo, seorang penjual ayam geprek yang beroperasi di Desa Canggu dan Tibubeneng, juga terdampak. Ia merasa khawatir usahanya terganggu karena gas merupakan kebutuhan utama dalam proses memasak. (dtk/pr)






Discussion about this post