• Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Friday, April 24, 2026
Balipustakanews
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
Balipustakanews
Home Lifestyle Kuliner

HomeRegional Nasi Ulam, Kuliner Betawi Produk Akulturasi Budaya

reda/tor by reda/tor
October 22, 2022
in Kuliner
HomeRegional Nasi Ulam, Kuliner Betawi Produk Akulturasi Budaya
Share Share Share

BALIPUSTAKANEWS – Nasi ulam merupakan salah satu kuliner Betawi yang kini mulai sulit dijumpai. Sekilas nasi ulam serupa dengan nasi uduk pada umumnya.

Bedanya nasi ulam dicampur dengan serundeng kelapa dan kacang tanah yang ditumbuk. Dikutip dari laman warisanbudaya.kemdikbud.go.id, ada dua jenis nasi ulam yang berkembang di Jakarta, yakni kering dan basah.

Nasi ulam kering berkembang di kawasan Jakarta Selatan. Sedangkan, nasi ulam basah (berkuah) yang berkembang di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

ArtikelTerhubung

Tren Sarapan Ala Gen Z Simpel, Sehat, dan Dapat Pujian dari Menkes

Tren Sarapan Ala Gen Z: Simpel, Sehat, dan Dapat Pujian dari Menkes

November 13, 2025
Gubernur Koster Dorong BGN Gunakan Produk Lokal Bali dalam Program MBG

Gubernur Koster Dorong BGN Gunakan Produk Lokal Bali dalam Program MBG

November 8, 2025

Biasanya nasi ulam disajikan bersama daun kemangi, sambal. Di atasnya ditambahkan berbagai macam lauk-pauk teman nasi, seperti dendeng, telur dadar, perkedel, tahu goreng, tempe, dan kerupuk.

Variasi nasi ulam basah biasanya memakai guyuran kuah semur. Sehingga teksturnya agak nyemek. Sementara racikan nasi ulam kering, tidak diberi kuah semur. Sementara, nasi ulam kering berupa nasi putih hanya dicampur serundeng.

Warna nasi pun jadi agak kecokelatan. Ada yang menambahkan taburan kacang tanah hingga kacang hijau di permukaan nasi.

Nasi ulam di Indonesia tidak hanya berkembang di Jakarta, melainkan juga menyebar ke Sumatera dan Bali. Penamaan ‘ulam’ dalam bahasa Betawi merupakan penyebutan untuk serundeng dari kelapa parut.

Nasi ulam pertama kali muncul sebagai kuliner khas Tangerang. Meskipun di tempat asalnya itu, nasi ulam tak lagi banyak bisa dijumpai.

Awalnya, para pedagang nasi ulam mendorong gerobaknya dari Tangerang menuju Glodok kemudian menjajakannya di kalangan peranakan Indonesia dan Tionghoa. Tidak semua wilayah komunitas Betawi mengenal nasi ulam, baik basah maupun kering.

Nasi ulam basah hanya dikenal di kalangan masyarakat Cina Benteng, Petak Sembilan, kawasan Pecinan, Tanjung Priok, Kemayoran, Matraman, dan Senen. Sedangkan nasi ulam kering dikenal di wilayah Tebet, Kayumanis, dan Mester Jatinegara.

Nasi ulam kering berkembang di kawasan Jakarta Selatan. Sedangkan, nasi ulam basah (berkuah) yang berkembang di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

Biasanya nasi ulam disajikan bersama daun kemangi, sambal. Di atasnya ditambahkan berbagai macam lauk-pauk teman nasi, seperti dendeng, telur dadar, perkedel, tahu goreng, tempe, dan kerupuk.

Variasi nasi ulam basah biasanya memakai guyuran kuah semur. Sehingga teksturnya agak nyemek. Sementara racikan nasi ulam kering, tidak diberi kuah semur. Sementara, nasi ulam kering berupa nasi putih hanya dicampur serundeng.

Warna nasi pun jadi agak kecokelatan. Ada yang menambahkan taburan kacang tanah hingga kacang hijau di permukaan nasi.

Nasi ulam di Indonesia tidak hanya berkembang di Jakarta, melainkan juga menyebar ke Sumatera dan Bali. Penamaan ‘ulam’ dalam bahasa Betawi merupakan penyebutan untuk serundeng dari kelapa parut.

Nasi ulam pertama kali muncul sebagai kuliner khas Tangerang. Meskipun di tempat asalnya itu, nasi ulam tak lagi banyak bisa dijumpai.

Awalnya, para pedagang nasi ulam mendorong gerobaknya dari Tangerang menuju Glodok kemudian menjajakannya di kalangan peranakan Indonesia dan Tionghoa. Tidak semua wilayah komunitas Betawi mengenal nasi ulam, baik basah maupun kering.

Nasi ulam basah hanya dikenal di kalangan masyarakat Cina Benteng, Petak Sembilan, kawasan Pecinan, Tanjung Priok, Kemayoran, Matraman, dan Senen. Sedangkan nasi ulam kering dikenal di wilayah Tebet, Kayumanis, dan Mester Jatinegara.

(Lp/Google)

 

Tags: Kuliner
ShareSendTweet
Next Post
Dihadiri Oleh Gubernur Koster, 15 Mall Bali Resmi Menggunakan QRIS

Dihadiri Oleh Gubernur Koster, 15 Mall Bali Resmi Menggunakan QRIS

Discussion about this post

Hadiri Gala Dinner ASBF 2026, Gubernur Koster Sebut Kehadiran Delegasi 10 Negara Dongkrak Okupansi Hotel hingga 85 Persen
Bali

Hadiri Gala Dinner ASBF 2026, Gubernur Koster Sebut Kehadiran Delegasi 10 Negara Dongkrak Okupansi Hotel hingga 85 Persen

by red/aa
April 24, 2026
0

𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 - Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asia Small Business Federation (ASBF) Indonesia...

Read more
Tuntaskan Penataan Fasilitas Publik, Gubernur Koster Kini Fokus Restorasi Parahyangan Besakih
Bali

Tuntaskan Penataan Fasilitas Publik, Gubernur Koster Kini Fokus Restorasi Parahyangan Besakih

April 24, 2026
Gubernur Koster Turut Ngayah Megambel pada Penutupan IBTK 2026 di Pura Agung Besakih
Bali

Gubernur Koster Turut Ngayah Megambel pada Penutupan IBTK 2026 di Pura Agung Besakih

April 24, 2026
Balipustakanews

Berita Online Bali Terkini & Terpercaya Berita Ekonomi, Bisnis, Wisata, Budaya Bali, Politik, Teknologi, Hukum, Kriminal, Pendidikan di Bali, Nasional & Dunia

Follow Us

Kategori Berita

  • Apps
  • Arak Bali
  • Automotive
  • Badung
  • Bahan Pokok
  • Bali
  • Bangli
  • Bawaslu badung
  • Bisnis
  • Buleleng
  • COK ACE
  • Covid 19
  • Denpasar
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Fashion
  • FIFA-U20
  • Film
  • Gadget
  • Gaming
  • Gianyar
  • Gubernur Bali
  • Hari Pahlawan
  • Health
  • Health
  • Hiburan
  • Hukrim
  • I Gusti Ngurah Rai
  • Investasi dan Perekonomian Bali
  • Jakarta
  • Jembrana
  • Jepang
  • Karangasem
  • Kawasan Pura Besakih
  • KBLBB
  • KDRT
  • Kebakaran TPA
  • Kios Pedagang
  • Klungkung
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Liga Kampung
  • Mangupura
  • Margarana
  • Medan
  • Musik
  • Nasional
  • News
  • Ngayah
  • Ny putri koster
  • Opini
  • Pahlawan
  • Paritrana Award 2023
  • Pemilu
  • Pemilu 2024
  • Pemprov Bali
  • Penanganan Sampah
  • Pendidikan
  • Pengolahan Sampah
  • Perda Provinsi Bali
  • Perkemahan Pramuka
  • Perlindungan Anak
  • Pilpres 2024
  • Pj Gubernur Bali
  • Politik
  • Posyandu
  • Pramuka
  • Presiden RI
  • Program Pengelolaan sampah berbasis sumber
  • Pulau Samosir
  • Pura Agung Besakih
  • Review
  • Seksologi
  • Seni & Budaya
  • senimam
  • SP4M-LAPOR
  • Sports
  • Startup
  • Stunting
  • Tabanan
  • Teknologi
  • TP PKK
  • Travel
  • U – 20
  • UMKM
  • Warisan Leluhur
  • World
  • Zodiak

Berita Terbaru

Hadiri Gala Dinner ASBF 2026, Gubernur Koster Sebut Kehadiran Delegasi 10 Negara Dongkrak Okupansi Hotel hingga 85 Persen

Hadiri Gala Dinner ASBF 2026, Gubernur Koster Sebut Kehadiran Delegasi 10 Negara Dongkrak Okupansi Hotel hingga 85 Persen

April 24, 2026
Tuntaskan Penataan Fasilitas Publik, Gubernur Koster Kini Fokus Restorasi Parahyangan Besakih

Tuntaskan Penataan Fasilitas Publik, Gubernur Koster Kini Fokus Restorasi Parahyangan Besakih

April 24, 2026
Gubernur Koster Turut Ngayah Megambel pada Penutupan IBTK 2026 di Pura Agung Besakih

Gubernur Koster Turut Ngayah Megambel pada Penutupan IBTK 2026 di Pura Agung Besakih

April 24, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya