𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 – Pengurus Cabang (Pengcab) Olahraga Domino (ORADO) Kota Denpasar sukses menggelar ajang Kejuaraan Cabang (Kejurcab) pada Jumat (3/4/2026). Digelar di Sekretariat Pengprov ORADO Bali, kejuaraan ini menjadi langkah strategis untuk menjaring atlet unggulan sekaligus mengikis stigma negatif yang selama ini melekat pada permainan domino di Tanah Air.
Kejurcab ini diikuti oleh 16 peserta yang terbagi ke dalam delapan tim, dengan masing-masing tim terdiri dari dua orang pemain. Berdasarkan data panitia, tim yang berlaga meliputi Tim BALIMA 1, BALIMA 2, BALIMA 3, BALIMA 4, dan BALIMA 5, serta tiga tim tambahan dari kategori umum.
Adapun pemenang dari ajang ini berhak mewakili Pengcab Denpasar di tingkat Kejuaraan Provinsi (Kejurprov). Selanjutnya, jawara di tingkat provinsi akan mengemban tugas mewakili Bali di ajang bergengsi, yakni Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
Dalam laga adu ketangkasan otak tersebut, Tim BALIMA 1 yang digawangi oleh Andir Jaya dan Henzo berhasil keluar sebagai Juara 1. Posisi kedua direbut oleh Tim BALIMA 3 (Ibrahim Syarif & H. Lody), sementara podium ketiga diisi oleh Tim BALIMA 5 (Rudi Karim & Kadek Budiana).
𝗠𝗲𝗻𝗲𝗽𝗶𝘀 𝗦𝘁𝗶𝗴𝗺𝗮, 𝗠𝗲𝗻𝗴𝘂𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗦𝘁𝗿𝗮𝘁𝗲𝗴𝗶
Ketua Pengcab ORADO Kota Denpasar, Anom Prawirasuta atau yang akrab disapa Bli Anom, menegaskan bahwa domino kini bukan lagi sekadar hiburan pengisi waktu luang. Di bawah naungan ORADO, domino telah bertransformasi menjadi olahraga ketangkasan yang diatur secara profesional.
“Sebagai cabang olahraga baru, domino menuntut taktik dan pemikiran yang matang. Aturannya sudah dibakukan oleh PB ORADO, sehingga tidak bisa dimainkan sembarangan. Dibutuhkan ketenangan berpikir untuk bisa menguasai permainan dan meraih kemenangan,” ujar Bli Anom saat ditemui usai pertandingan.
Lebih lanjut, Bli Anom menyoroti misi utama ORADO untuk menggeser pandangan sebelah mata masyarakat yang kerap mengaitkan domino atau gaple dengan arena perjudian.
“Stigma negatif itu tidak bisa dipungkiri. Namun, dengan aturan ketat dari PB ORADO, kecenderungan penyalahgunaan itu akan tersingkirkan. Pemain kini justru teralihkan pada keseruan meracik strategi, membangun chemistry dengan rekan setim, serta melakukan perhitungan matematis yang tepat untuk mendulang poin maksimal,” tegasnya.
𝗣𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗷𝘂𝗿𝗽𝗿𝗼𝘃 𝗱𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗻𝘂𝗷𝘂 𝗞𝗢𝗡𝗜
Pelaksanaan Kejurcab ini sekaligus menjadi ajang pemanasan dan seleksi atlet jelang Kejurprov ORADO se-Bali yang akan dihelat pada 11 April 2026 mendatang.
Guna mematangkan performa, Pengcab ORADO Denpasar telah menyiapkan dua basecamp pelatihan yang berlokasi di Jalan Kedampang dan kawasan Monang Maning. Di lokasi tersebut, para atlet digembleng langsung oleh pemain senior melalui latihan rutin yang digelar hingga tiga kali seminggu.
“Target kami jelas, atlet Denpasar harus bisa lolos dari Kejurprov dan mewakili Bali bertarung di kancah nasional. Di basecamp, kami juga rutin mengadakan kumpul bareng dan mini turnamen untuk melirik bibit-bibit baru guna menjaga proses regenerasi,” papar Bli Anom.
Ke depan, Bli Anom menyimpan harapan besar agar ORADO segera mendapat pengakuan resmi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Menurutnya, hal tersebut akan sangat membantu mengubah pola pikir masyarakat bahwa domino adalah media yang baik untuk melatih kecerdasan spasial dan cara berhitung dalam balutan olahraga.
Menutup wawancaranya, Bli Anom berharap para delegasi Bali kelak mampu membawa pulang prestasi gemilang, setidaknya masuk dalam jajaran Juara 1, 2, atau 3 di ajang Kejurnas yang akan digelar bulan depan.
Bagi masyarakat Denpasar yang tertarik menyelami olahraga asah otak ini, Pengcab ORADO Denpasar membuka pintu pendaftaran seluas-luasnya. Informasi lebih lanjut terkait pendaftaran dan pelatihan dapat diakses melalui berbagai platform media sosial resmi milik ORADO Denpasar (aa).





