𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗕𝘂𝗹𝗲𝗹𝗲𝗻𝗴 – Pemerintah Provinsi Bali terus mengebut pengerjaan tahap kedua proyek Turyapada Tower di Kabupaten Buleleng. Proyek infrastruktur strategis yang digadang-gadang menjadi ikon baru Bali Utara ini ditargetkan rampung secara fisik pada November 2026.
Meski progres pembangunan tahap kedua saat ini baru menyentuh angka 45 persen, pemerintah optimistis penyelesaian proyek tidak akan meleset dari jadwal yang telah ditetapkan.
Guna memastikan kelancaran pekerjaan di lapangan, Gubernur Bali Wayan Koster kembali melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Minggu (5/4/2026). Inspeksi yang tetap dilakukan pada hari libur ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal infrastruktur tersebut.
Pembangunan tahap kedua ini dinilai sebagai bagian yang sangat krusial. Pasalnya, tahap ini akan sangat menentukan operasional Turyapada Tower, baik dalam fungsinya sebagai pusat pemancar teknologi informasi dan komunikasi, maupun sebagai destinasi pariwisata terpadu yang memikat di kawasan Bali Utara.
𝗙𝗼𝗸𝘂𝘀 𝗣𝗲𝗿𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗦𝘁𝗿𝘂𝗸𝘁𝘂𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮𝗻 “𝗠𝗲𝗹𝗮𝘀𝗽𝗮𝘀”
Dengan progres fisik yang masih berada di bawah 50 persen, pekerjaan konstruksi saat ini difokuskan pada dua hal utama: percepatan penyelesaian struktur bangunan dan penggarapan fasilitas-fasilitas pendukung di sekitar menara.
Pengerjaan dilakukan secara intensif tanpa jeda agar selaras dengan tenggat waktu. Sesuai rencana, setelah seluruh pengerjaan fisik rampung pada bulan November, kawasan Turyapada Tower akan langsung dipersiapkan untuk menjalani upacara melaspas (ritual penyucian bangunan baru secara ajaran Hindu Bali) yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.
𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝘄𝗮𝗯 𝗦𝗼𝗿𝗼𝘁𝗮𝗻 𝗣𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸
Langkah percepatan dan pengawasan ketat yang dilakukan langsung oleh Gubernur Koster ini bukan tanpa alasan. Hal tersebut merupakan respons pemerintah untuk menjawab sorotan publik terkait rekam jejak sejumlah proyek berskala raksasa di Bali yang kerap mengalami keterlambatan alias molor dari target penyelesaian.
Pemerintah Provinsi Bali ingin memastikan bahwa Turyapada Tower tidak bernasib serupa dengan proyek-proyek yang tertunda tersebut.
Jika seluruh target ini terealisasi sesuai rencana, Turyapada Tower tidak hanya akan berdiri megah sebagai simbol pemerataan pembangunan di wilayah Bali Utara. Lebih dari itu, rampungnya menara ikonik ini akan menjadi bukti nyata bahwa proyek infrastruktur raksasa dapat diselesaikan tepat waktu, asalkan diawasi secara ketat dan dikerjakan secara konsisten (aa).





