𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menerima kunjungan kaji tiru dari Komisi II DPRD Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
Pertemuan strategis ini dilangsungkan di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Denpasar, pada Selasa (24/2).
Dalam kesempatan tersebut, istri Gubernur Bali ini mempromosikan sekaligus menjelaskan perkembangan pesat industri kerajinan lokal Bali yang kini telah sukses merambah pasar nasional hingga internasional.
Menurut Ibu Putri Koster, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah membuktikan ketangguhannya. Sektor ini terbukti menjadi penopang utama perekonomian Bali ketika pariwisata sempat terpuruk akibat hantaman pandemi Covid-19.
“Kami terus mendorong perajin Bali menghasilkan karya berkualitas berbasis bahan baku lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Ibu Putri Koster dalam keterangannya.
Ia menambahkan, salah satu strategi kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk kerajinan daerah adalah dengan menggalakkan penggunaan kain tenun tradisional endek Bali.
𝗢𝗽𝘁𝗶𝗺𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗙𝗮𝘀𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗷𝗶 𝗧𝗶𝗿𝘂 𝗚𝘂𝗻𝘂𝗻𝗴 𝗠𝗮𝘀
Adapun kunjungan kaji tiru ini berlangsung di kawasan Taman Budaya Art Center Denpasar. Selama ini, kawasan tersebut telah dihidupkan sebagai pusat kegiatan seni sekaligus etalase kerajinan, salah satunya melalui pameran IKM Bali Bangkit yang secara konsisten mempromosikan produk UMKM.
Pada periode kedua kepemimpinan Gubernur Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Nyoman Giri Prasta, optimalisasi fasilitas ini memang terus didorong guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang berakar pada kearifan lokal.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gunung Mas, Herbert Y. Asin, mengungkapkan bahwa kedatangan rombongannya bertujuan untuk mempelajari secara langsung pola pembinaan perajin yang dilakukan oleh Pemprov Bali.
Selain pembinaan, pihaknya juga menyoroti strategi pemasaran produk kerajinan Bali yang sangat tertata agar dapat diadaptasi di daerahnya. Herbert berharap, ke depannya potensi kerajinan berbahan baku kayu khas Kalimantan Tengah dapat dikembangkan sehingga memiliki daya saing yang jauh lebih luas di pasaran (red/aa).





